Deklarasi KAMI di Jawa Barat Dipersulit?

Alee

Jakarta, HanTer - Rencana deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat yang akan dilaksanakan baik di Balai Sartika Jl Suryalaya lalu pindah ke Grand Pasundan Jl Peta pada hari Senin, 7 September 2020 terjadi pembatalan sepihak kembali. Deklarasi KAMI dirasakan dipersulit dengan alasan yang dibuat-buat.

Dalam keterangan Senin (7/9/2020), pihak KAMI mengatakan, semua persyaratan untuk deklarasi tersebut telah diupayakan dipenuhi oleh Panitia Deklarasi yang diketuai Hari Mulyana. Namun selalu saja ada kejanggalan alasan sehingga meskipun pembayaran hotel telah dilunasi tetap saja Deklarasi tak bisa dilaksanakan. Aspek tuntutan hukum menjadi bahan pertimbangan Panitia.

Akhirnya KAMI Jawa Barat merasa perlu untuk melakukan aksi sekaligus pemindahan lokasi. Agenda Aksi akan dilakukan tetap pada hari Senin, 7 Agustus 2020 Jam 10.00 WIB dan kini bertempat di Depan Gedung Sate Bandung.

Rezim dinilai menghambat kebebasan berserikat dan menyatakan pendapat.  KAMI adalah gerakan moral untuk kebaikan bangsa dan negara, bukan kekuatan destruktif, karenanya tidak layak untuk diperlakukan tidak adil atau obyek dari penzaliman.

KAMI jawa Barat bertekad untuk tetap gigih berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan demi menyelamatkan negara Republik Indonesia. Karenanya tidak akan menyerah pada upaya-upaya penghalangan dengan alasan yang dibuat-buat tersebut.

Deklarasi akan dilakukan oleh Presidium dengan tetap adanya Pidato Kejuangan Menyelamatkan Indonesia dari Prof Dr Din Syamsuddin MA, Prof Dr Rochmat Wahhab, dan Jend TNI Purn Gatot Nurmantyo.

Deklarasi di samping dilakukan di tempat, juga disiarkan melalui life streaming youtube atau zooming yang diikuti oleh peserta dari daerah-daerah maupun dari berbagai belahan dunia.

Demikian keterangan yang diterima Harian Terbit, Senin. Dalam rilis mengatasnamakan Presidium KAMI Jawa Barat, Radhar Tri Baskoro, SE MM, M. Rizal Fadillah, SH, Ir Syafril Sofyan, Ir. Erry Nurbaya, dan Mayjen Purn TNI Robby Win Kadir.