Massa Desak Aparat Hukum untuk Penjarakan Semua Pelaku Dalam Kasus Djoko Tjandra

Danial
Massa Desak Aparat Hukum untuk Penjarakan Semua Pelaku Dalam Kasus Djoko Tjandra
Koordinator Aksi yang dipimpin Lisman Hasibuan mengatakan, aksi penyampaian pendapat itu digelar terkait kasus dugaan suap dari narapidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiato Tjandra alias Djoko Tjandra.

Jakarta, HanTer - DPP Pekat Indonesia Bersatu, KNPI dan 12 Ormas dan Pimpinan Organisasi Kepemudaan Nasional melakukan aksi damai di depan gedung Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), di  Jalan Trunojoyo Jakarta, Jumat, (4/9/2020).

Koordinator Aksi yang dipimpin Lisman Hasibuan mengatakan, aksi penyampaian pendapat itu digelar terkait kasus dugaan suap dari narapidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiato Tjandra alias Djoko Tjandra.

Menurut dia, dari tujuh orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, terdapat dua orang yang belum ditahan. Mereka yaitu, Inspektur Jenderal Napoleon dan pengusaha Tommy Sumardi.

"Mereka masih bebas menghirup udara segar. Makanya kami mendesak Kapolri agar segera menahan tersangka," kata Lisman, ditemui di lokasi, Jumat (4/9/2020).

Dia menjelaskan upaya penahanan dilakukan, demi tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini.

"Hukum jangan tebang pilih, apalagi kami duga kuat Tommy Sumardi alias TS inilah otak lolosnya tersangka Djoko Candra ke luar negeri karena dihapusnya Red Notice di Kepolisian," ujar Lisman.

Selain Lisman, hadir juga yang mewakili DPP KNPI, Ahmad Fauzi yang ikut aksi tersebut.

A. Fauzi meminta Kapolri harus tegas menegakkan persamaan hukum bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

"Makanya kita desak Kapolri menahan dan menangkap agar terbuka kotak pandora di negeri ini," kata dia.

Sementara itu, Joko Priyoski selaku Kornas Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) juga menyoroti hal serupa.

"Terlihat jelas keberpihakan hukum di negeri yang katanya Negara Hukum ini, ada 4 tersangka, koq bisa ya 2 ditahan sedangkan yang 2 lagi masih bebas berkeliaran" ujar mantan Ketum Pemuda LIRA ini

Sementara Anshar Ilo selaku Ketum solidaritas Merah Putih (SMP) dalam orasinya di depan Mabes Polri secara tegas meminta agar Kapolri segera menindaklanjuti desakan para pimpinan OKP ini

"Jika Pak Kapolri tidak segera menahan kedua tersangka kasus red notice Djoko Chandra ini, maka kami pastikan kami akan terus bergerak," ujar Putra Bugis Makassar ini.

Aksi didepan Mabes Polri ini dihadiri oleh ratusan aktivis dan masyarakat sipil, dengan beberapa spanduk yang di gelar dan orasi para pimpinan OKP

Nampak dalam di aksi hari ini DPP PEKAT IB, DPP KNPI, DPP Bangkit Pemuda Indonesia (BPI), Pemuda Pelopor Kedaulatan Bangsa (PPKB), DPP Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kamtibmas (PPMK),  Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK), DPP Solidaritas Merah Putih (SMP) dan Lembaga Informasi Masyarakat (LIM), Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KAMPI).