Hak Jawab Law-Justice.co

***
Hak Jawab Law-Justice.co
Dewan Pers

Jakarta, HanTer - Pemuatan hak jawab ini merupakan pelaksanaan rekomendasi Dewan Pers sesuai dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 9/Peraturan-DP/X/2008 tentang Pedoman Hak Jawab bahwa media teradu wajib memuat hak jawab pengadu selambat-lambatnya pada edisi setelah hak jawab diterima. Sesuai dengan pedoman pemuatan hak jawab, surat ini disunting tanpa mengubah substansinya.

Berikut hak jawab Law-Justice.co atas hasil mediasi Dewan Pers atas pemberitaan harianterbit.com yang berjudul Kejagung Bakal Lapor Ke Dewan Pers Terkait Berita Law-Justice.co yang diunggah pada Jumat, 24 Juli 2020, pukul 08.52 WIB.  

1. Jurnalis Law-Justice.co, Ricardo Ronald dipukul pada bagian pipi dan punggung pada saat melakukan peliputan di lingkungan Gedung Kejaksaan Agung. Pemukulan itu dilakukan oleh pejabat di lingkungan kerja Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung dengan nama Isnaeni. 

Berdasarkan kronologi yang disusun dari keterangan korban, kedatangan korban ke Kejaksaan Agung karena ditugaskan untuk menghimpun data dan reportase soal dugaan kasus korupsi Telkomsel dan Tiphone. Pemukulan diduga karena pemberitaan sebelumnya soal kasus Super Semar. Dalam peristiwa pemukulan itu juga disaksikan oleh beberapa pegawai Kejaksaan Agung dan wartawan Harian Terbit.

2. Peristiwa pemukulan Jurnalis Law-Justice.co sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi LP/4320/VII/YAN.2.5/2020 SPKT PMJ tertanggal 24 Juli 2020.

3. Peristiwa itu juga sudah dilaporkan ke Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta pada tanggal 23 Juli 2020.

4. Pemberitaan harianterbit.com yang berjudul “Kejagung Bakal Lapor Ke Dewan Pers Terkait Berita Law-Justice.co” yang diunggah pada Jumat, 24 Juli 2020, pukul 08.52 WIB berdasarkan risalah Dewan Pers melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik karena menyajikan berita yang tidak akurat, tidak uji informasi/tidak konfirmasi, tidak berimbang dan memuat opini yang menghakimi.

5. Atas pemberitaan itu Dewan Pers menyatakan harianterbit.com, telah bersalah membuat berita yang berat sebelah dan tidak ada konfirmasi. Sehingga, Dewan Pers merekomendasikan harianterbit.com meminta maaf kepada Law-Justice.co dan berjanji tidak mengulanginya.

6. Kronologi peristiwa yang digambarkan dalam tulisan tersebut dinilai bias dan bertentangan dengan keterangan korban pemukulan dan fakta di lapangan sehingga dapat menganggu jalannya proses hukum yang sedang berjalan.

7. Meminta seluruh pihak agar menghormati proses hukum terkait peristiwa pemukulan yang dialami Jurnalis Law-Justice.co, Ricardo Ronald.

8. Sebagai pihak yang sudah dinyatakan bersalah oleh Dewan Pers maka sesuai keputusan Dewan Pers, harian terbit.com wajib memuat secara utuh dan lengkap surat hak jawab ini.

Demikian Hak Jawab ini kiranya dapat dijadikan bahan verifikasi kepada publik pembaca terhadap peristiwa pemukulan Jurnalis Law-Justice.co.


Hormat kami,

Pemimpin Redaksi
Roy. T Pakpahan

Sesuai mediasi di Dewan Pers Hak Jawab Law-Justice.co telah kami muat. Dengan ini Redaksi meminta maaf kepada Law-Justice.co dan pembaca