Budaya Tertib Lalulintas, Dirkamsel Korlantas Polri: SIM Merupakan Legitimasi Kompetensi 

Romi
Budaya Tertib Lalulintas, Dirkamsel Korlantas Polri: SIM Merupakan Legitimasi Kompetensi 
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengungkapkan amanat Undang-undang Lalu Lintas bertujuan untuk mewujudkan lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. 

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas keselamatan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membangun budaya tertib dan memberikan pelayanan prima di bidang lalu lintas. 

"Sebenarnya kita dapat membuat suatu benang merah yaitu keselamatan dan kemanusiaan. maka yang berkaitan dengan SIM atau Surat Izin Mengemudi adalah untuk memberikan standar kompetensi karena SIM merupakan legitimasi kompetensi artinya SIM itu ujian, SIM harus diuji kompetensinya," kata Chryshnanda, Kamis (27/8/2020).

Dikatakan Chryshnanda, alasan harus ada 'izin' saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. "Kita bisa menjadi korban, bisa menjadi pelaku yang merusak, menghambat bahkan mematikan produktivitas diri kita dan orang lain," jelasnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, SIM harus ada sistem kontrolnya karena SIM ini berfungsi untuk mengontrol untuk membangun budaya tertib dan juga kaitan untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat korban kecelakaan.

Menurut dia, SIM ini merupakan suatu bagian yang penting untuk menunjukkan kompotensi sebagai legitimasi kompetensi maka untuk memberikan suatu ujian. Apalagi, lalulintas merupakan refleksi budaya bangsa.

"Ujian apa uji administrasi, uji teori, teori yang berkaitan dengan hukum peraturan perundang-undangan kaitannya dengan perilaku dan etika serta pengetahuan untuk bagaimana untuk berkendara di jalan raya," tambahnya.