Kiai Kultural Jawa Timur Yakin Rizal Ramli Bisa Selamatkan Ekonomi RI

Alee
Kiai Kultural Jawa Timur Yakin Rizal Ramli Bisa Selamatkan Ekonomi RI

Jakarta, HanTer - Sejumlah kiai kultural asal Jawa Timur yang dimotori KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab dan akrab dipanggil Gus Aam yakin ekonom Rizal Ramli (RR) tak sekedar mampu membangkitkan ekonomi pesantren tapi sekaligus ekonomi nasional. 

Karena itu, ia bersama para kiai kultural yang tergabung dalam Komite Khittah NU 1926 atau KKNU 1926 mendukung RR sebagai pemimpin nasional yang akan datang. “RR sebagai figur yang cerdas dan berani. Kriteria pemimpin itu yang dibutuhkan untuk membawa bangsa ini menuju adil dan makmu,” paparnya dalam acara webinar Ngopi RR Edisi-4 - Membangkitkan Ekonomi Pesantren di Tengah Pandemi Corona, Keniscayaan atau Ilusi? Senin (24/8/2020).

Menurut Gus Aam, salah satu ide cemerlang RR menyatukan seluruh bank syariah milik pemerintah agar asetnya bisa bertambah besar sehingga bisa bersaing dengan bank umum milik swasta.

"Rizal Ramli itu cerdas dan berani. Kepeduliannya pada nahdliyyin juga sudah terbukti. Ini pemimpin nasional yang dibutuhkan saat ini dan untuk masa depan," imbuh cucu pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah ini.

Pulihkan Ekonomi

Itulah sebabnya, para kiai itu meminta Rizal Ramli turun tangan pulihkan ekonomi nasional yang terpuruk. Salah satunya karena dampak pandemi Covid-19. Ia khawatir kalau kondisi ini tidak segera dibenahi bisa menyebabkan resesi ekonomi.

Gus Aam mengungkapkan kesulitan ekonomi saat ini terasa sampai ke bawah. Termasuk yang dirasakan para pengasuh pondok pesantren, sebab berbulan-bulan mereka menghentikan kegiatan belajar-mengajar.

Bahkan sampai hari ini masih ada pesantren yang tutup. Tentu kondisi itu juga berdampak pada masyarakat di lingkungan pesantren. Sebab selama ini roda ekonomi mereka bergerak karena keberadaan pesantren.

"Pak Rizal Ramli punya pengalaman 20 tahun lalu. Saat itu ekonomi terpuruk imbas krisis moneter. Namun kondisi saat itu berhasil diatasi oleh beliau. Bahkan perekonomian yang minus 3 persen bisa diubah menjadi tumbuh 4 persen hingga akhirnya tumbuh 7 persen sampai sebelum Gus Dur dilengserkan," ujar Gus Aam.

Sementara itu, tokoh nasional Rizal Ramli bisa memahami kegelisahan para kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur dan daerah lainnya.  Sebab tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak di semua lini kehidupan termasuk di instansi pendidikan, dimana pola kerja dan belajar yang membuat kita dipaksa terbiasa dengan pola virtual.

Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan dan dakwah yang telah ada sejak ratusan tahun lalu di Indonesia, sebelum republik ini berdiri. Pesantren juga merupakan salah satu kontributor penyumbang pendapatan ekonomi daerah melalui industri kreatif, koperasi, dan UKM. Saat ini, jumlahnya mencapai 25.938 pesantren, angka yang begitu masif dan besar pengaruhnya di tengah masyarakat.