Kata Anis Matta tentang Negara dan Kepemimpinan Indonesia

Danial
Kata Anis Matta tentang Negara dan Kepemimpinan Indonesia
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta

Jakarta, HanTer - Negara tidak akan kuat tanpa adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, yang saling bahu membahu bersinergi demi eratnya keutuhan bangsa yang juga untuk kepemimpinan masa depan.

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menyebut lima modal utama, atau komponen dasar untuk membentuk pemimpin Indonesia untuk masa mendatang, Kamis (20/8/2020).

Anis menjelaskan, komponen dasar pertama yakni seseorang perlu memiliki kesadaran mendalam terhadap krisis. Selanjutnya berkaitan dengan semangat kepahlawanan dan memiliki tanggung jawab yang tinggi.

Hal tersebut diungkapkannya saat menyampaikan Orasi Kebangsaan bertajuk 'Fitur Pemimpin Peradapan' usai meluncurkan Akademi Pemimpin Indonesia (API) Partai Gelora pada Senin (17/8/22020).

"Dia memiliki apa yang disebut sebagai profetik heroism. Jadi, dia merasa memiliki tanggung jawab pribadi atas masalah bangsanya, bahwa krisis ini secara pribadi panggilan dirinya, dan panggilan inilah yang dia jawab. Jadi ciri yang menandai para pahlawan yang memiliki semangat nubuwwah itu yaitu semangat pertanggungajawaban baik kepada Allah, manusia, dan sejarah yaitu kepada generasi yang akan datang kemudian," tutur Anis Matta.

Seorang pemimpin, menurut dia terlahir untuk membicarakan solusi, bukan membicarakan masalah.

Anis menyinggung tentang perlunya seorang pemimpin beragama dan berpengetahuan luas. Terutama ketika mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari, demi menemukan solusi.

"Dalam krisis besar manusia dibutuhkan agama sebagai pegangan dan pengetahuan sebagai cara kerja. Memadukan agama dan pengetahuan adalah narasi besar sepanjang peradaban. Sangat penting bagi seorang pemimpin meletakkan rakyat dalam mencari solusi atas setiap permasalahan," paparnya.

Suatu negara, kata Anis, akan maju jika masyarakat diutamakan. Dia mengambil contoh negara yang dulunya kuat seperti Uni Soviet, saat ini bubar karena rakyat tidak diutamakan.

"Oleh marena itu sumber utama kekuatan negara itu masyarakat kuat kalau tujuan hidup jelas, dan sumber keberdayaannya yaitu pengetahuan itu ada," katanya.

Mengenai komponen dasar keempat bagi seorang pemimpin, Anis berbicara soal persatuan dan kesatuan. Sementara itu, komponen dasar kelima yakni perlunya seorang pemimpin memiliki efektifitas.

Anis memberikan contoh, seorang pemimpin harus merealisasikan kerjanya menjadi nyata dan bukan hanya wacana.

"Yang saya maksud efektivitas itu adalah bahwa para pemimpin yang ingin dilahirkan bukan hanya mengerti apa yang dia mau, bukan hanya mengerti bicara narasi yang dia bawa, tetapi juga buat narasi itu bekerja dalam kehidupan yang riil, bagaimana rencana itu tereksekusi dengan baik dalam kenyataan," ulasnya.

Anis yakin jika lima komponen dasar ini dimiliki seseorang, Indonesia bisa menjadi negara yang disegani. Dia menyebut lima komponen dasar itu akan digunakan sebagai indikator Gelora dalam mencetak pemimpin berkualitas melalui API.

"Wadah ini, partai ini, menjadi organisasi melahirkan bakat-bakat terbaik untuk memimpin Indonesia dan bangsa yang akan datang," cetusnya.