Terobosan BUMN Gandeng NU

DPR: Kolaborasi Bagus Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19

Danial
DPR: Kolaborasi Bagus Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Muhammad Toha

Jakarta, HanTer - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19. Sebab, partisipasi NU sangat penting dalam mengimplementasikan program percepatan pemulihan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir dalam diskusi publik bertajuk "BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat di era Covid-19" bersama Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) PBNU secara virtual, di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Muhammad Toha menyambut positif rencana Erick Thohir berkolaborasi dengan NU dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Covid-19 merupakan langkah yang tepat, sebab NU adalah organisasi masyarakat yang memiliki jarinan kuat sampai tingkat akar rumput.

“Baguslah, artinya Pak Erick bisa memilih NU kan dari akar rumput sampai keatas kan ada semua, jaringannya luas dan organisasi keagamaan terbesar pertama di Indonesia,” kata Toha, Kamis (20/8/2020).

Toha menambahkan, dengan merangkul NU maka pemerintah dapat memberdayakan sebagian besar masyarakat, BUMN juga bisa terjun langsung ke masyarakat melalui jaringan-jaringan organisasi di bawah NU. 

“Kebanyakan orang NU kan Mustadh'afin ya, Mustadh'afin itu kan golongan lemah yang perlu diberdayakan, artinya selama ini kan pemberdayaan baru parsial kalau BUMN turun langsung bisa merangkul jaringan-jaringan yang ada di bawah NU dengan berbagai underbownya ada Fatayat, ada Muslimat, ada IPNU, ada Ansor, IPPNU dan lainnya. Itu kan bagus, artinya bisa menyentuh semuanya, menyentuh masyarakat secara sebagian besar,” terangnya.

Lanjut Toha, sebagian besar warga NU adalah orang-orang yang memiliki wawasan dan memahami agama, sehingga ketika ada program pemberdayaan dari pemerintah melalui BUMN, ia berpendapat NU bisa berkomitmen, jujur dan mempertanggung-jawabkan amanah tersebut.

“Kalau ada pemberdayaan, ada bantuan dari pemerintah, saya pikir komitmen, artinya jujurlah, komitmen bisa mempertanggung-jawabkan itu salah satu alasan kenapa (BUMN) merangkul NU.” Kata Toha.

Toha mendorong BUMN memaksimalkan peran NU dalam melakukan pemberdayaan terhadap jamaahnya di berbagai bidang, terutama perberdayaan sektor pertanian serta pemberdayaan UMKM, sebab masyakat NU yang tinggal di daerah-daerah banyak bergerak di bidang tersebut.

“Peran yang bisa dimaksimalkan NU di berbagai bidang lah, terutama pertanian, sama pemberdayaan UMKM, mereka kan banyak terjun disana masyarakat NU yang di daerah-daerah itu,” tuntasnya.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan keinginannya menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta proyek UMKM berbasis digital. 

Erick juga ingin agar kerja sama yang terjalin dengan PBNU dapat direalisasikan melalui MoU _(Memorandum of Un-derstanding)_ dalam waktu dekat.

“Saya mengusulkan ada MoU dalam dua hingga tiga ming-gu ke depan. Ada beberapa program yang bisa dilakukan. Apakah pengembangan SDM atau proyek UMKM dengan PaDi (pasar digital) itu bisa langsung dijalankan,” ungkapnya (12/8/2020).

Erick menilai dukungan dan kerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan faktor penting dalam percepatan permasalahan ekonomi dan kesehatan tersebut. Kedepan Kerjasama itu terkait perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta proyek UMKM berbasis digital.