Hentikan Cara-cara Norak dan Kampungan untuk Hentikan KAMI

An
Hentikan Cara-cara Norak dan Kampungan untuk Hentikan KAMI
Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) yang juga salah satu deklarator KAMI, Edy Mulyadi

Jakarta, HanTer - Alhamdulillah, dengan rahmat dan ridho Allah pada 18 Agustus 2020  KAMI dideklarasikan. Tugu Proklamasi berhias jadi cantik, dengan dominasi nuansa merah putih. Ribuan orang tumplek-bleg, memadati bagian dalam taman, hingga meluber keluar.

Tapi, deklarasi KAMI ternyata disikapi secara norak dan kampungan. Rezim yang merasa terancam melakukan berbagai upaya untuk mencegah kelahiran dan berkembangnya KAMI. 

Mulai dari mengintimidasi para inisator, mengancam dan melarang rakyat di daerah yang hendak datang, sampai menyebarkan meme-meme palsu yang sangat provokatif. Bahkan mereka juga mengerahkan beberapa ekor demonstran bayaran untuk mengganggu dan memprovokasi peserta deklarasi.

Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) yang juga salah satu deklarator KAMI, Edy Mulyadi berpendapat mestinya penguasa bijak dalam meyikapi kelahiran KAMI. Rezim harus introspeksi dan mawas diri. 

KAMI tidak akan dideklarasikan jika pemerintah berkerja sesuai dengan amanat konstitusi. KAMI tidak akan dihadirkan jika Parpol dan Anggota Dewan bekerja menyampaikan aspirasi rakyat.

Jadi, kepada penguasa dan para anteknya, hentikan cara-cara norak dan kampungan itu. Apalagi masih saja mengandalkan buzzerRp yang benar-benar telah menimbulkan kegaduhan dan perpecahan horizontal. 

Seperti kata Presidum KAMI Prof. Din Syamsudin, jika terus dihadang dan ditentang KAMI akan mengeras.

Wahai penguasa, berhati-hatilah kalian!