ICCN Gaungkan Optimisme dan Semangat Indonesia Pulih

Anu
ICCN Gaungkan Optimisme dan Semangat Indonesia Pulih
Ketua Umum ICCN Fiki Satari

Jakarta - Indonesia Creative Cities Network (ICCN), sebuah simpul lintas komunitas dengan jejaring di lebih dari 200 kabupaten/kota se-Indonesia, menyelenggarakan "Indonesia Pulih” sebagai bagian dari PULIH (Percepatan Usaha Komunitas Lintas Wilayah), salah satu sub-program Aksi Bersama Bantu Sesama (ABBS). 

ABBS sendiri telah berjalan sejak diluncurkannya secara daring pada 15 Mei 2020, sebagai aksi tanggap ICCN terhadap pandemi Covid-19 yang juga berdampak fatal terhadap aktivitas jejaring komunitas dan para pelaku ekonomi kreatif di seluruh pelosok Indonesia.

"Indonesia Pulih juga merupakan respons ICCN dalam merayakan 75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus memaknai rasa bangga akan keberagaman dalam semangat persatuan Indonesia", kata Ketua Umum ICCN Fiki Satari, dalam rilisnya.

Fiki menambahkan Indonesia Pulih adalah ekspresi sikap optimis jejaring komunitas, bahwa adaptasi kebiasaan baru yang dijalani kini adalah perwujudan solidaritas demi pulihnya kondisi Indonesia.

"Mari kita saksikan momentum ini melalui kanal YouTube resmi ICCN," ajak Fiki.

Acara ini akan terdiri dari laporan progress ABBS, penayangan perdana serial video "Indonesia Pulih" sebagai tonggak awal komitmen aktif dalam menjalankan Era Tatanan Baru, sesi creative talk show yang diisi oleh jejaring komunitas moviemakers dari 8 kota, dan pemutaran video "Manusia Indonesia" yang digagas oleh Forum Jembrana Creative City Oriented (JCCO). 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang juga memegang peran sebagai Dewan Pengarah ICCN akan turut menghadiri dan terlibat dalam proses acara "Indonesia Pulih".

Momentum "Indonesia Pulih" pada Selasa, 18 Agustus 2020 ini akan menjadi pijakan penting menuju aksi dengan dampak yang lebih luas, demi Indonesia Maju. 

"ICCN juga berkomitmen untuk terus mendukung kemandirian bangsa, serta bangga buatan Indonesia, melalui optimalisasi potensi kreativitas dalam jejaringnya," tandas Fiki. 

“Dalam Era Tatanan Baru ini, solidaritas dan kolaborasi jelas merupakan solusi, untuk menata dan membangun kembali kehidupan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas FIki.