Pilkada Masih Suasana Pandemi, Diprediksi Rentan Ujaran Kebencian dan Agama

***
Pilkada Masih Suasana Pandemi, Diprediksi Rentan Ujaran Kebencian dan Agama
Budiman Sudjatmiko/ist

Jakarta, HanTer – Sejauh ini dinamika politik dan sejumlah isu selalu mewarnai pesta demokrasi lima tahunan, baik di tingkat Pemilu maupun Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Dan yang kini sedang marak jelang pesta demokrasi daerah adalah isu ujaran kebencian dan keagamaan. Dua perkara ini seakan menjadi 'senjata ampuh' yang dipakai peserta Pilkada, pasangan calon dan tim pendukung sebagai alat pemenangan.

"Kita harus belajar dari Pilgub DKI atau Pilkada Poso. Adanya kasus konflik agama, motivasi pemilihan kepala daerah. Jika kita tidak mengambil pelajaran apapun dari pemilihan kepala daerah sebelum-sebelumnya, saya kira kasus seperti ini akan terus terjadi lagi,” ujar politisi PDI Perjuangan (PDIP), Budiman Sudjatmiko dalam diskusi online bertajuk 'Pilkada Tanpa Ujaran Kebencian dan Isu Agama Lebih Oke' di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Ia juga memprediksi aktivitas penggunaan media sosial (medsos) di Pilkada 2020 akan meningkat pesat dan dikhawatirkan isu SARA dan ujaran kebencian semakin nyaring terdengar.

"Parpol memang tidak akan terang-terangan memforsir isu kebencian atau agama, tapi ada simpatisan yang jumlahnya masif memainkan isu itu," ujar anggota DPR ini.

Terlebih, Pilkada yang masih dalam suasana pandemi Covid-19 akan sangat memungkinkan 'serangan udara' dilakukan melalui medsos yang dibumbui isu-isu keagamaan maupun ujaran kebencian.

Aktivis 98 ini mengingatkan masyarakat agar mengambil pelajaran dari pilkada-pilkada sebelumnya agar perpecahan antar anak bangsa tidak terulang lagi akibat perhelatan politik.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti yang juga jadi pembicara di diskusi ini menyebut, politik identitas juga bisa jadi ancaman dalam pelaksanaan Pilkada 2020 ini. "Soal ujaran kebencian atau politik identitas belum terumuskan dengan baik. Belum ada aturan yang jelas," ujar Ray.

Ia mencontohkan kasus yang menimpa Jerinx, drummer Superman is Dead (SID) yang jadi tersangka karena unggahan Instagramnya yang dianggap sebagian pihak merupakan sebuah kritik, bisa juga marak terjadi di Pilkada 2020.

"Jangan sampai pengungkapan sesuatu hal yang buruk dari kandidat menjadi sandungan," pungkas Ray.