Refly Harun: Prabowo Sepertinya Jadi Anak Emas Jokowi dan Megawati

Sammy
Refly Harun: Prabowo Sepertinya Jadi Anak Emas Jokowi dan Megawati

Jakarta, HanTer - Kemesraan antara Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, kerap menimbulkan berbagai spekulasi banyak kalangan. Terutama, prihal politik guna memuluskan Puan Maharani menjadi calon wakil presiden, mendampingi Prabowo dalam perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Pengamat Hukum Tata Negara, Refly Harun, menilai, Prabowo saat ini sepertinya memang menjadi anak emas Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati. "Keduanya berharap pada Prabowo," ujar Refly di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Ia mengatakan, tak heran jika Jokowi dan Megawati hadir saat KLB Partai Gerindra yang kembali mengukuhkan  Prabowo sebagai ketua umum hingga lima tahun ke depan.

"Kepentingan Jokowi dibantu Prabowo, dan Prabowo mengharapkan endorsement dari Megawati dan Jokowi," katanya.

Dirinya melihat adanya kepentingan Megawati yang akan mendorong Puan Maharani sebagai wakilnya Prabowo.

"Karena nggak mungkin dia mendorong wakilnya Ganjar, karena (sama-sama) orang PDIP dan harusnya maqomnya di bawah Puan Maharani. Atau mendorong menjadi wakilnya Anies Baswedan, nggak mungkin juga karena secara ideologis sepertinya tidak akan ketemu. Menjadi wakilnya Saniaga Uno, juga rasanya agak berat juga," papar Refly.

Refly juga menyebut, kalau Puan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga tidak akan kuat juga. Karena, keduanya menurut dia sampai saat ini belum menjadi sosok yang kuat untuk menjadi calon presiden.

Masyarakat Kecewa 

Pakar Politik dan Hukum dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Saiful Anam, menilai sosok Prabowo tidak akan cemerlang seperti di Pilpres sebelumnya. Ia menilai, Prabowo tidak akan mudah mengarungi Pilpres 2024.

Menurutnya, masyarakat sudah kecewa lantaran mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Terlebih, Prabowo kini bergabung ke pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan menurutnya, sekalipun Prabowo Subianto berkoalisi dengan PDIP ia menilai pasti kalah. "Sulit rasanya bagi Prabowo untuk memenangkan Pilpres 2024. Sosok Prabowo saya kira lebih pas berada di belakang layar. Ia sulit untuk dijual ke publik," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/8/2020).