PA 212 Minta Fadli dan Fahri Tolak Bintang Mahaputera 

Safari
PA 212 Minta Fadli dan Fahri Tolak Bintang Mahaputera 

Jakarta, HanTer - Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta Fadli Zon dan Fahri Hamzah menolak Bintang Mahaputera Nararya yang akan diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Apalagi selama ini keduanya dikenal sebagai pihak yang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi sehingga pemberian bintang tersebut bisa dianggap untuk membungkam sikap kritisnya. 

"Jika beliau (Fadli dan Fahri) istikamah (konsisten) dalam barisan perjuangan bersama imam besar Habib Rizieq Syihab, harusnya menolak (pemberian Bintang Mahaputera Nararya)," kata Ketua Umum PA 212 Ustadz Slamet Maarif di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

"Tapi memang tidak mudah istikamah dalam berjuang," tambahnya.

Ustadz Slamet berharap Fahri dan Fadli menolak pemberian tanda kehormatan itu. Apalagi Fahri dan Fadli yang dikenalnya adalah sosok idealis. "Yang kita kenal dulu, beliau berdua adalah sosok idealis dan punya prinsip," paparnya. 

Mengkooptasi 

Terpisah pengamat politik dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mengatakan, pemberian Bintang Mahaputera Nararya kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah bisa dimaknai banyak perspektif. Pertama, ada upaya secara massif dan terstruktur dan sistematis mengkooptasi para pengritiknya seperti yang dilakukan pada Yusril Ihza mahendra, Mochtar Ngabalin, Prabowo Subianto, Ferdinand  Hutahean dan lainnya.

"Jokowi berharap dengan pemberian bintang tersebut maka bisa memanfaatkaan Fahri dan Fadli untuk menggembosi," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Selasa (11/8/2020).

Kedua, sambung Aminudin, bisa saja Fadli dan Fahri menilai bahwa penghargaan bintang negara tersebut  bukti pengakuan bahwa kritik-kritiknya selama ini kepada Jokowi secara material benar, karena itu setelah menerima penghargaan bintang jasa, Fadli harus meningkatkan kritiknya pada rezim Jokowi. 

Terkait dalam politik dinamis dan tidak ada yang abadi, sehingga wajar pengkritik menerima penghargaan dari yang dikritik, Gus Amin, panggilan akrab Aminudin menuturkan, politik dalam artian pragmatisme memang bertujuan menghalakan segala. Tetapi politik dalam arti value (nilai) perjuangan menegakkan aspirasi masyarakat luas dan berjuang bagi tegaknya tata kelola pemerintahan yang baik maka sebaiknya harus menjaga konsistensi.

Sementara itu Fadli Zon, yang kini menjadi anggota DPR Komisi I, menilai penghargaan itu merupakan sebuah kehormatan baginya. "Ya tentu saya kira itu sebuah penghargaan dari negara ya, jadi bagi saya itu sebuah kehormatan," kata Fadli Zon saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Sedangkan Fahri Hamzah menyebut bintang tanda jasa tersebut terkait dengan purnatugasnya sebagai pimpinan DPR. Dia juga sudah 15 tahun menjadi anggota DPR. "Dan dalam perspektif pemberitahuan DPR kepada kami bahwa itu pengusulannya karena melengkapi periode memimpin kelembagaan negara, yaitu DPR," kata Fahri Hamzah saat dimintai konfirmasi, Senin (10/8/2020).