Tantangan dan Peluang Kaum Muda Dalam Menghadapi Pilkada Serentak 2020

Sammy
Tantangan dan Peluang Kaum Muda Dalam Menghadapi Pilkada Serentak 2020
Andrian Habibi Komite Kajian KIPP saat menjadi Narasumber pada Diskusi Online yang diselenggarakan oleh Forum Millenial Bersuara Untuk Indonesia (FMBI) melalui Zoom Meeting, Jumat (7/8/2020).

Jakarta, HanTer - Secara hukum, pelaksanaan pilkada serentak di tengah pandemi memiliki payung hukum yang kuat, yaitu Perppu Nomor 02 Tahun 2020. Artinya, pelaksanaan pilkada bukan semata-mata kemauan KPU sebagai penyelenggara tetapi amanat dari undang-undang dalam hal ini Perppu.

Menggelar pilkada serentak di tengah pandemi juga dapat menjadi pengalaman baru bagi penyelenggara pemilu di Indonesia. Publik tidak perlu ragu, penyelenggara pemilu di Indonesia sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan pemilu yang seringkali sistem dan aturannya ada penyesuaian.

Pemerintah tidak memastikan kapan pandemi ini akan berakhir, pemilihan waktu terkait pilkada saat ini sudah tepat implementasinya karena banyak negara yg melaksanakan pilkada ditengah pandemi salah satu contohnya yaitu korea. Melihat kondisi saat ini pilkada yang akan kita laksanakan tidak akan terganggu dengan adanya pandemi, karena politik lokal yang akan melaksanakan pilkada tidak terlalu menganggap terlalu berat terkait masalah pandemi ini. 

Banyak hal yang dibantu oleh negara untuk memudahkan pilkada dan kontestan saat ini, karena dalam UU sudah dijamin mengenai hal ini. Penambahan anggaran untuk saat ini seharusnya bisa di alokasikan untuk tim pada saat pemilihan hari ini. Jika bicara konteks Pemimpin, bahwasanya pemimpin yang lahir itu memiliki beberapa kategori. Pertama yaitu pemimpin yang memiliki trah pemimpin, kemudian ada juga pemimpin yang lahir karena memang dipilih oleh masyarakat itu sendiri.

"Kita bisa melihat bahwasannya kontestan saat ini merupakan mereka yang sudah pernah mengikuti pemilihan ini, untuk itu kita harus bisa memilih mereka yang benar-benar bisa mengabdi terhadap masyarakat," tegas Andrian Habibi Komite Kajian KIPP saat menjadi Narasumber pada Diskusi Online yang diselenggarakan oleh Forum Millenial Bersuara Untuk Indonesia (FMBI) melalui Zoom Meeting, Jumat (7/8/2020).

Untuk itu kita harus memilih pemimpin yang bisa menuntaskan masalah pandemi ini yang kemudian kinerjanya bisa kita lihat dan bisa kita dukung kedepannya. Partisipasi masyarakat untuk Pilkada agar bisa berjalan dengan baik merupakan hal yang harus dilakukan oleh semua lapisan.

Sosialisasi yang relevan dengan keadaan saat ini harus bisa di terapkan agar pesta demokrasi yang kita jalankan bisa berdampak dengan lahirnya pemimpin yang berintegritas. Untuk pada pemilih harus bisa memilih secara cerdas sehingga bisa memilih pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab untuk masyaraktnya. Tegasnya.

Kemudian Narasumber kedua dari akademisi/dosen PKN UEU, Surya Muhammad Nur menjelaskan, jika berbicara pilkada pada masa pandemi ini bahwa dinegara kita sudah mengeluarkan aturan terkait pilkada kali ini.

"Berbagai aturan mengenai pemilihan kali ini harus disesuaikan agar kekahwatiran masyarakat dan jalannya pesta demokrasi bisa teratasi," terang dia.

Untuk itu, kita baru mengetahui bagaimana pemimpin lokal menyelesaikan masalah daerah dengan cara melihat calon pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah daerah saat covid.

Di lanjutkan oleh Narasumber ketiga dari DPP KNPI, Hendrik menjelaskan bahwa Peluang yang harus kita maksimalkan dalam kondisi pandemi untuk memilih pemimpin yang berkualitas harus kita ciptakan meskipun keadannya tidak sama seperti biasanya agar roda demokrasi tetap berjalan.

"Pemimpin harus bisa menciptakan suatu inovasi meskipun dalam konflik itu sendiri, entah itu konfilik politik ataupun konflik yang dihasilkan saat pandemi," tegasnya.

Jadi, solusinya, pertama, Penyediaan alat kesehatan oleh menteri kesehatan melalui dinas kesehatan. Kedua, Proses pemilihan yang dispilin dengan penerapan prtokoler yang ketat. Ketiga, Masyarakat harus memilih pemimpin yang tokoh dan kokoh. Keempat, Memberikan ekonomi kreatif untuk meningkatkan roda ekonomi masyarakat.

Intinya, Bagaimana pemimpin lokal menyelesaikan masalah daerah? Caranya dengan melihat calon pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah daerah saat covid.