Perkuat Kewirausahaan Sosial, DFAT Australia Dukung Kemensos

Anu
Perkuat Kewirausahaan Sosial, DFAT Australia Dukung Kemensos
Dirjen Permbedayaan Sosial Edi Suharto menyerahkan Pedoman Operasional Kewirausahaan Sosial yg akan disesuaikan dg konsep Integrated Triple Power kepada Yayasan Mahkota.

Jakarta, HanTer - Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto memimpin rapat bersama The Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) di ruang kerja Dirjen Pemberdayaan Sosial. Rapat ini membahas tentang kerjasama yang sudah dibangun dengan pihak MAHKOTA sebagai salah satu Tim Teknis SLRT.

Selain itu juga membahas mengenai Pedoman Umum Kewirausahaan Sosial yang akan disusun oleh MAHKOTA. MAHKOTA (Menuju Masyarakat Indonesia yang Kuat dan Sejahtera) merupakan kelanjutan dari investasi Pemerintah Australia (GoA) dalam perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Pemberdayaan Sosial, Kepala Biro Perencanaan, Kasubdit LPPK, Kepala Bagian PP Sekretariat Ditjen Pemberdayaan Sosial dan peserta rapat lainnya yang mengikuti melalui Zoom Metting.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial menyampaikan 3 model konsep Kewirausahaan Sosial yang simple dan mudah diukur, sesuai dengan arahan Menteri Sosial.

Pertama model pembibitan, yaitu bantuan usaha bagi wirausaha pemula yang memiliki potensi usaha. Melalui pemberian modal usaha dan bimbingan teknis seperti pelatihan dan capacity building mengenai manajemen bisnis, produksi, bisnis online, dll, serta pendampingan sosial.

Kedua model mentoring, dengan memberikan modal usaha dan pendampingan intens kepada para penerima manfaat per kelompok, yang masing-masing kelompok dibimbing oleh pengusaha sukses terkait dengan bisnis, misalnya mulai dari pembuatan suatu produk sampai ke pemasarannya. 

Ketiga model inkubasi, bagi pengusaha yang sudah maju. Karena banyak PKH graduasi yang omsetnya sudah besar. Mereka cukup dikaitkan dengan supplier besar sehingga produksinya langsung bisa diserap.

Tujuan program kewirausahaan sosial adalah agar penerima manfaat mendapatkan akses perbankan, memiliki kemampuan mengelola aset, sustainable livelihood serta mampu mengembangkan jaringan.

Target program kewirausahaan sosial saat ini adalah graduasi PKH yang memiliki potensi bisnis.

Langkah yang perlu dilakukan kedepan adalah pembuatan pedoman bantuan penguatan modal yang difokuskan pada 3 model konsep Kewirausahaan Sosial. koordinasi dengan Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial terkait berapa graduasi PKH yang natural dan graduasi secara mandiri serta berapa persebaran dan profiling graduasi PKH yang potensial untuk kewirausahaan sosial.