Mujahid 212 Terdepan Menolak Prabowo Maju di Pilpres 2024

Sammy
Mujahid 212 Terdepan Menolak Prabowo Maju di Pilpres 2024
Prabowo bersama Presiden Joko Widodo

Jakarta, HanTer - Kabar perihal pencalonan kembali Prabowo Subianto dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 menjadi pro kontra. Kali ini, Mujahid 212 memastikan bakal mengambil sikap keras berupa penolakan jika Ketua Umum Partai Gerindra itu kembali maju mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

"Bisa dipastikan kami menjadi kelompok utama yang menolak Prabowo bila benar dirinya lolos sebagai kandidat capres 2024," kata Aktivis Mujahid 212, Damai Hari Lubis di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Dia menambahkan, pihaknya sebagai barisan utama pengikut Ijtima Ulama yang pernah mendukung Prabowo mengaku kapok, mendukung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

"Karena faktanya terbukti kami melihat serta merasakan Imam Besar Habib Rizieq Shihab telah berulangkali atau sekian kali dihianati Prabowo," tambah kuasa hukum Habib Rizieq ini.

Sebagai informasi, dari hasil beberapa lembaga survei, Prabowo yang kini menjadi Menteri Pertahanan di pemerintahan Presiden Joko Widodo, itu menduduki posisi pertama sebagai calon presiden 2024.

Ditonjolkan Jokowi

Disisi lain, Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai adanya babak baru pentas politik nasional di tengah wabah COVID-19 oleh sosok Menhan Prabowo Subianto. Terlebih, makin akrab dan mesranya Presiden Jokowi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Jadi bukan saja akrab secara personal berupa makin saling memahaminya kedua tokoh ini secara personal, juga makin padu dan baiknya jalinan politik keduanya," kata Ray di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Ray melanjutkan, bukan tanpa sengaja misalnya cara Jokowi memberi amanah tambahan bagi Prabowo. Yakni, menjadi ketua ketahanan pangan nasional. Amanah ini menurutnya, sekaligus mengkordinir setidaknya tiga kementerian: kementerian BUMN, kementerian pertanian, dan kementerian PUPR.

"Tentu saja, pengalaman Prabowo yang pernah jadi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia salah satu alasan mengapa jabatan ini diembankan kepada beliau," terang dia.

Menurutnya, di luar kelayakan argumen itu, pilihan ini tak lepas dari jalinan makin dekatnya hubungan personal Jokowi dengan Prabowo. Ada kesan kuat, Jokowi mulai menonjolkan Prabowo. Masuk ke sektor yang berhubungan langsung langsung dengan kebutuhan publik.

#Pilpres   #prabowo   #jokowi   #212   #umatislam