Sufmi Dasco Minta Masyarakat Sabar Tunggu Formula Tepat Tangani Covid-19

Anugrah
Sufmi Dasco Minta Masyarakat Sabar Tunggu Formula Tepat Tangani Covid-19
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad saat memberikan keterangan pers.

Jakarta, HanTer - Sebanyak 60 persen responden survei Indikator Politik Indonesia ingin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini diberlakukan di sejumlah daerah dihentikan. Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar bersabar. Sebab untuk mengambil keputusan soal penghentian PSBB membutuhkan formulasi yang tepat.

“Ya kita lihat nanti bukan hanya satu survei ya, mungkin ada beberapa lembaga survei lain dan juga hasil penyerapan kita ke masyarakat. Karena (penghentian) PSBB ini sangat riskan kalau kita mengambil keputusan secara tergesa-gesa,” kata Dasco di selasar Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Pasalnya, menurut Dasco, kasus positif Covid-19 di Indonesia juga terus naik. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bersabar. “Saat ini kurva Covid terus naik di Indonesia. Beberapa daerah yang tadinya tidak (zona) merah menjadi merah. Kita memahami kondisi masyarakat, kondisi ekonomi kita terganggu karena pandemi ini. Namun, kita minta masyarakat untuk tetap bersabar menunggu formulasi yang tepat," katanya.

Politisi F-Gerindra itu juga meminta Pemerintah segera mengambil langkah lain untuk membantu masyarakat yang merasa kesulitan di tengah pandemi. 

“Karena ini pandemi tidak ada yang mengharapkan terjadi, dan kami juga minta kepada Pemerintah untuk segera mengkaji langkah tambahan untuk membantu masyarakat yang kesulitan di tengah pandemi,” tutur legislator dapil Banten III itu. 

Untuk diketahui, lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei mengenai kondisi ekonomi dan politik di tengah wabah Covid-19. Salah satu hasil survei adalah persepsi masyarakat mengenai kebijakan PSBB yang diterapkan sejumlah pemerintah daerah. Menurut survei yang digelar bulan Juli, sebanyak 60,6 persen masyarakat menilai PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera berjalan. Hanya 34,7 persen responden yang menilai sebaiknya PSBB dilanjutkan untuk menekan penyebaran virus Covid-19.