Legislator Tinjau Program Kotaku di Kutai Timur

Anu
Legislator Tinjau Program Kotaku di Kutai Timur
Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi percepatan Program Padat Karya Tunai (PKT) guna mempertahankan daya beli masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun telah menggelontorkan anggaran Rp 10,22 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program PKT yang tersebar di 34 provinsi.

Salah satunya, adalah dengan melakukan penataan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pada tahun ini program Kotaku dilaksanakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 382 miliar. Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho pun meninjau pelaksanaan program Kotaku yang baru masuk ke Kutai Timur, Kalimantan Timur, tahun ini.

Lebih lanjut, Irwan menyatakan, program Kotaku di Kutai Timur akan dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. 

"Program Kotaku ini tujuannya untuk menghadirkan perkotaan layak huni, produktif dan berkelanjutan," ujar Irwan dalam press release-nya yang dikirimkan kepada Parlementaria, Selasa (28/7/2020).

Politisi F-Demokrat ini mengungkapkan, tidak semua lokasi dapat menerima program itu. Namun, sambungnya, hanya daerah yang sudah memiliki SK daerah kumuh dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Timur yang dapat menerima pembangunan tersebut. Selain itu, program yang menerapkan sistem PKT diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat.

“Hal ini karena dalam proses pembangunannya, dapat melibatkan warga setempat. Program tersebut merupakan program padat tunai sehingga sangat membantu sekali bagi masyarakat dimasa pandemi Covid-19," tegas legislator daerah pemilihan Kalimantan Timur ini.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kaltim Sandhi Eko Bramono menjelaskan, bentuk pembangunan yang akan diterima dari program Kotaku ini adalah perbaikan jalan, pembangunan drainase, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Adapun, di Kecamatan Sangatta Selatan ada dua dusun yang menerima program ini yaitu Dusun Pasar Raya dan Dusun Masabang.

Untuk kedua dusun tersebut, total anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 998 juta. Pembangunan akan dimulai pada 1 Agustus dan konstruksi harus selesai pada akhir Desember 2020. Yang sulit adalah pasca konstruksi, karena banyak kejadian pekerjaan sudah selesai namun tidak terawat," jelasnya.