Setjen DPR: Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Harus Terus Diupayakan

Anugrah
Setjen DPR: Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Harus Terus Diupayakan
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar (tengah) saat di Ruang Rapat Pansus B, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Jakarta, HanTer - Dunia pendidikan menjadi salah satu bidang yang banyak mengalami penyesuaian akibat pandemi Covid-19. Dalam Webinar yang bertajuk 'Tantangan dan Kebijakan Dunia pendidikan di Era New Normal', Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menekankan tentang pentingnya inovasi pembelajaran. Harus terus diupayakan agar aktivitas belajar di berbagai daerah baik secara online ataupun offline dapat terselenggara secara optimal, menyenangkan, dan mendorong kemajuan potensi peserta didik.

"Dengan demikian peran orang tua menjadi sangat penting untuk mendukung aktifitas belajar, sementara peran pendidik tetap menjadi kunci terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan bermakna. Pendidik diharapkan terus meningkatkan kreatifitas dan inovasinya agar aktivitas belajar tidak membosankan atau justru membebani peserta didik," papar Indra di Ruang Rapat Pansus B, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, baik dari sisi kesehatan, prilaku sosial masyarakat, ekonomi bahkan pendidikan. Di sinilah negara hadir melalu berbagai kebijakan, sebagai upaya agar kesejahteraan dan hak dasar masyarakat dapat terwujud. Indra mengatakan, DPR RI melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut. Pendidikan merupakan salah satu bidang yang banyak mengalami penyesuaian akibat pandemi ini.

Indra juga menjabarkan, guna melindungi siswa yang belajar dari paparan Covid-19, pemerintah menetapkan kebijakan belajar di rumah. Dengan demikian aktivitas belajar dan mengajar yang semula tatap muka berubah menjadi aktivitas belajar jarak jauh secara daring.

Memasuki era new normal, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru, pemerintah juga menetapkan kebijakan untuk mengembalikan aktivitas belajar melalui tatap muka secara berjenjang, namun hanya di daerah yang masuk kategori zona hijau. Hal ini dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi masing-masing peserta didik dan dukungan orang tua, serta tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara untuk daerah yang masih dalam zona kuning, orange, dan merah aktifitas belajar dilaksanakan dari rumah dengan cara daring. Pembelajaran melalui daring atau belajar jarak jauh memiliki tantangan tersendiri, dimulai dari masalah akses teknologi informasi maupun berbagai daya dukung lainnya.

"Sebagai mana kita ketahui, kondisi di berbagai daerah di Indonesia sangat beragam. Masih ada beberapa daerah di wilayah indonesia yang memiliki keterbatasan akses internet, sehingga pembelajaran daring masih sulit dilaksanakan," ungkap Indra.