Kurban 2 Ekor Sapi, Gus Jazil Akan Idul Adha di NTT

Danial
Kurban 2 Ekor Sapi, Gus Jazil Akan Idul Adha di NTT
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid alias Gus Jazil

Ende, HanTer - Gus Jazil sapaan akrab Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid akan merayakan Idul Adha 1441 H, tahun ini di Kecamatan Ruteng yang juga merupakan bagian dari Ibu Kota Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gus Jazil akan berkurban dua ekor sapi yang nantinya akan disembelih di Kota Ende, tempat pengasingan Bung Karno dan di Ruteng.

"Jadi saya untuk tahun ini berkurban di masjid tertua di Ende, Masjid Ar Rabithah. Tentu ini membawa semangat pesan dimana di Ende ini, kerukunan antar umat beragama terjaga dengan baik. Artinya visi Islam yang dibangun adalah visi Islam rahmatan lil alamin, visi Islam Nusantara," ungkap Gus Jazil saat menyerahkan hewan kurban sapi kepada DKM Ar-Rabithah, Selasa (28/7/2020).

Menurut Gus Jazil, visi Islam seperti yang ada di Ende inilah sebenarnya. Visi Islam yang menjiwai Pancasila. Oleh sebab itu, dalam semangat berkurban Idul Adha pada tahun ini, pihaknya mengajak umat Islam Indonesia untuk mempertegas bahwa Islam adalah agama yang menjiwai dari pasal-pasal yang ada di Pancasila.

"Ini dibuktikan di kehidupan nyata seperti yang ada di Ende ini. Hidup rukun dari berbagai adat agama, suku, hidup berdampingan dengan damai. Dengan cara ini, Indonesia akan lestari, dengan cara ini, Indonesia akan kuat," ujarnya.

Lanjut Gus Jazil, ketika Bung Karno diasingkan oleh Belanda di Ende, Sang Proklamator sering berkontemplasi untuk menemukan ruh, arti keislaman dan kebangsaan di Masjid Ar Rabithah. 

"Saya sempat duduk di situ untuk mendapatkan apa namanya, menguatkan tugas sebagai pimpinan yang menjaga Empat Pilar. Ini penting karena selama ini, Bung Karno sesungguhnya menemukan ruh Pancasila itu sesungguhnya di masjid ini," tuturnya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini menerangkan, tidak banyak orang mengetahui bahwa di Masjid Ar Rabithah di Ende, NTT, Bapak Bangsa sering duduk bersandar di tiang masjid yang dibangun pada tahun 1500-an itu.

"Di situ ada empat tiang, Bung Karno ada (duduk bersandar) di tiang sebelah kiri. Ini bagian dari situs Bung Karno di Ende. Intinya dari masjid sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu ditemukan," jelasnya.

Sehingga tambah Gus Jazil, menjaga Pancasila itu sama dengan menjaga masjid. Menjaga masjid sama dengan menjaga kebersamaan Indonesia.

Sementara itu Wakil DKM Masjid Ar Rabithah, Ismail, membenarkan bahwa dulu ketika dalam pengasingan, Bung Karno sering melakukan kontemplasi di masjid tersebut. "Menurut cerita, Bung Karno sering shalat di sini. Masjid ini dibangun pada tahun 1500 masehi. Di sini ada kuburan keturunan bangsawan Kerajaan Ende, Raden Mas Jayadiningrat," bebernya.

Selain itu Ismail juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gus Jazil yang menyerahkan seekor sapi untuk korban Idul Adha. "Terima kasih atas perhatian dari Wakil Ketua MPR kepada kami, jamaah Masjid Ar Rabithah dengan memberikan bantuan korban. Ini adalah masjid bersejarah," tuturnya.

Dalam kunjungannya ke NTT, Gus Jazil juga mengunjungi Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Situs ini terletak di Jalan Perwira, Ende, Ibu Kota Ende. Selain itu, juga mengunjungi Taman Perenungan Pancasila yang terletak di depan rumah dinas Bupati Ende dan menyapa masyarakat.