Komisi IX Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Kelas III di Tangsel

An
Komisi IX Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Kelas III di Tangsel
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh aat memimpin tim kunjungan kerja Komisi IX DPR RI meninjau progres pembangunan RS Pakulonan, di Serpong Utara, Tangsel, Sabtu (18/7/2020). 

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang tengah membangun Rumah Sakit Pakulonan. Dimana, RS ini kelaknya hanya akan menerima pasien BPJS Kesehatan kelas III dan tanpa diskriminasi seperti yang banyak dikeluhkan masyarakat.

Hal ini dikatakan Ninik, sapaan akrabnya, saat memimpin tim kunjungan kerja Komisi IX DPR RI meninjau progres pembangunan RS Pakulonan, di Serpong Utara, Tangsel, Sabtu (18/7/2020). 

“Jadi kalau kita kembali ke undang-undang dasar, bahwa seluruh masyarakat harus mendapatkan akses dari kesehatan. Kita mengapresiasi pembangunan Rumah Sakit Pakulonan ini,” ungkapnya.
 
Politisi Fraksi PKB ini mengungkapkan, selama ini ia kerap mendengar keluhan dari masyarakat yang menganggap pelayanan bagi pasien kelas III kurang baik, ada diskriminasi, antri BPJS yang lama dan lainnya. “Sebenarnya kita di Komisi IX sudah seringkali teriak-teriak, bagaimana agar rumah sakit bisa menerima seluruh pasien,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan RS Pakulonan ini dapat dicontoh daerah lain, agar pemerintah daerah mulai memikirkan konsep rumah sakit dengan biaya perawatan murah, tanpa memandang status kepesertaan JKN, dan sesuai dengan kemampuan masyarakatnya. “Kalau nanti rakyatnya banyak yang kelas III, berarti RS atau fasilitas kelas III harus diperbanyak,” pintanya.

Di Indonesia sendiri, lanjut Ninik, belum banyak daerah yang bisa membangun RS kelas III seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Tangsel. Butuh keberanian dari pemerintah kabupaten dan kota untuk mengambil langkah seperti ini, mengingat laba dari kepesertaan JKN kelas I dan II biasanya untuk menutupi pembiayaan di kelas III.

Kembali ke progres RS Pakulonan, Ninik sedikit terkejut mengetahui deadline pembangunan RS ini pada bulan Desember 2020. Ia mengatakan, Komisi IX DPR RI akan terus men-support agar pembangunan ini bisa rampung tepat waktu. 

“Dan kita akan support secara alat kesehatannya, dan lain hal yang bisa kita support, agar menjadi percontohan bagi daerah lain,” pungkas Ninik.