Pengangguran Meningkat, Kemiskinan Merajalela; Resesi Ekonomi Mengancam Indonesia ‘Gulung Tikar’

Safari
Pengangguran Meningkat, Kemiskinan Merajalela; Resesi Ekonomi Mengancam Indonesia ‘Gulung Tikar’

Jakarta, HanTer - Virus Corona memberikan dampak yang besar pada perekonomian global. Virus ini sudah membuat banyak negara alamai resesi ekonomi, antaranya Singapura dan Korea Selatan. Bagaimana dengan Indonesia?

Analis Ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra mengatakan Indonesia saat ini sudah masuk kedalam jurang resesi ekonomi, hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh negatif, banyak perusahaan besar dan kecil yang gulung tikar, sehingga pengangguran dan kemiskinan akan bertambah," paparnya.

“Saat ini resesi ekonomi sudah terjadi di Indonesia. Meskipun yang dialami Indonesia tidak akan separah negara tetangga seperti Singapura. Terkait resesi ekonomi yang terjadi di Indonesia, BI juga sudah memperkirakan bahwa kuartal 2 dan 3 tahun 2020 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami minus. Akibatnya, bakal banyak perusahaan besar dan kecil yang gulung tikar,” ujarnya kepada Harian Terbit. Minggu (26/7/2020).

"Dampaknya jelas yang pasti banyak perusahaan besar dan kecil yang gulung tikar, sehingga pengangguran dan kemiskinan akan bertambah," paparnya.

‘Gulung Tikar’

Sementara itu, Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan mengatakan, rezim Joko Widodo (Jokowi) bisa ‘gulung tikar’ akibat adanya resesi ekonomi yang mengancam bangsa Indonesia, tergantung dari kinerja tim pemulihan ekonomi. 

Oleh karena itu, lanjutnya, aksi nyata dari tim pemulihan ekonomi diperlukan agar resesi ekonomi tidak menghantam Indonesia. Resesi ekonomi di beberapa negara memang menjadi efek domino dan bisa menjalar ke Indonesia.

“Ancaman resesi memang sudah di depan mata. Gulung tikar atau tidak tergantung dari Tim Pemulihan Ekonomi Nasional yang dibentuk oleh Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto," ujar Adi Kurniawan kepada Harian Terbit, Minggu (26/7/2020).

Adi menyebut, resesi atau tidak resesi, saat ini ekonomi Indonesia memang sudah ambruk. Apalagi tim ekonomi pemerintahan Jokowi tidak solid dan tidak peka terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu sebagai antisipasi maka galakkan kinerja Menteri Bidang Ekonomi dan perkuat ekonomi kerakyatan. Selain itu bangun desa sebagai lumbung ekonomi negara.

"Tidak perlu bentuk Tim Pemulihan Ekonomi Nasional segala. Cukup galakkan kinerja Menteri Bidang Ekonomi terutama UMKM," tandasnya.

Negatif

Pengamat Ekonomi Milenial, Andi Rante mengatakan, resesi memang menjadi momok yang sangat berbahaya bagi setiap negara jika tidak diantisipasi. Namun di masa pandemi saat ini maka sepertinya agak sulit bagi Indonesia untuk mengantisipasinya. Apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia juga cenderung negatif. Karenanya jika di kwartal III pun masih negatif maka resesi itu sudah pasti akan dialami Indonesia di kwartal IV.

"Resesi akan terjadi jika 2 kwartal pertumbuhan ekonomi sebuah negara itu tumbuhnya negatif. Seperti Singapura yang tumbuh negatif 2 kwartal berturut turut yakni di kwartal I tumbuh -0,7% dan di kwartal kedua anjlok ke minus 42%," jelasnya.

Dia mengemukakan, untuk mencegah resesi maka pemerintah harus bekerja keras, kebijakan fiskal dengan penyaluran kredit ke UMKM harus digenjot agar bisa menjadi perangsang tumbuhnya sektor konsumsi dalam negeri.

Selain itu, sambung Andi, Indonesia juga harus meningkatkan ekspor. Karena salah satu penyebab resesi jika volume impornya jauh lebih tinggi dari volume ekspornya. Selain itu belanja negara yang tidak produktif juga harus menjadi perhatian pemerintah. Seperti membubarkan atau penyatuan lembaga negara yang nyaris tidak ada kaitannya dengan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. 

"Lembaga lembaga yang hanya menambah beban keuangan negara tanpa memberi kontribusi bagi masyarakat itu dibubarkan saja. Seperti OJK, fungsinya bisa dilebur kembali ke BI atau Kemenkeu..BPIP dan KSP juga tidak diperlukan. Pemerintah perlu mempertimbangkan ulang akan keberadaan lembaga tersebut. Dengan penghematan uang negara ini, maka bisa dialihkan untuk kebutuhan dalam menggenjot sektor sektor konsumsi sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi kita," pungkasnya. 

Sudah Bermasalah

Sebelumnya ekonom senior Rizal Ramli mengatakan Indonesia saat ini sudah masuk kedalam jurang resesi ekonomi, hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh negatif.

"Kita sudah masuk resesi, pertumbuhan ekonomi sudah negatif, pengangguran meningkat karena banyak PHK," kata Rizal dalam sebuah diskusi secara virtual, Kamis (16/7/2020).

Rizal tak menampik jika Pandemi Virus Corona atau Covid-19 menjadi biang keladinya, walau sebelum adanya wabah tersebut, Perekonomian Indonesia sudah bermasalah.

“Sekarang pertanyaannya, adakah di Pemerintahan Jokowi, ada yang bisa mengembalikan situasi ini (krisis)? Mohon maaf, saya bilang tidak ada," kata Rizal.

#Resesi   #rupiah   #ekonomi   #corona   #covid-19