Novel: Meme Kue Klepon Tak Islami Propaganda PKI Sudutkan Umat Islam, Polisi Diminta Menangkap Pelakunya

Safari
Novel: Meme Kue Klepon Tak Islami Propaganda PKI Sudutkan Umat Islam, Polisi Diminta Menangkap Pelakunya

Jakarta, HanTer - Kue klepon tak Islami tengah booming di media sosial. Makanan tradisional berbentuk bulat, terbuat dari ketan berisi gula merah dan berwarna hijau itu dinilai menjadi bahan adudomba dan menyudutkan umat Islam dan ulama. Propaganda dicurigai diproduksi oleh kelompok atau komunitas komunis.

Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA), Ustadz Novel Bamu'min mengatakan, isu kue klepon menjadi ajang adudomba anak bangsa, terutama umat Islam. Karena ada di antara komen mereka yang berbau SARA. Para buzzer tersebut ingin agar para pemeluk Islam untuk dihadap–hadapkan, selanjutnya dilemahkan," ujar Ustadz Novel Bamu'min kepada Harian Terbit, Rabu (22/7/2020).

Ustadz Novel menegaskan, yang ingin agar umat Islam dihadap-hadapkan adalah pekerjaan kaum komunis atau PKI. Karena selama ini musuh PKI adalah umat Islam yang selalu konsisten dan tidak rela negaranya menganut faham komunis yang anti Tuhan. Oleh karenanya kaum PKI selalu mencari cara untuk bisa mengadu domba umat Islam agar umat Islam lemah dan tidak bersatu. 

"Tentunya siapa lagi kalau bukan pekerjaannya para neo PKI yang khususnya ingin mengadu domba umat Islam," tegasnya.

Ustadz Novel memaparkan, selama ini sejarah telah membuktikan bahwa PKI selalu ingin mengadu domba umat Islam dengan berbagai cara. Oleh karena itu umat Islam harus waspada dan jangan terpancing dengan segala provokasi termasuk isu kue klepon yang sedang mereka mainkan. Karena tujuan mereka adalah melemahkan kekuatan umat Islam.

Ustadz Novel meminta agar kasus tersebut tidak berulang maka aparat hukum harus mengusut pihak - pihak yang penyebarkan meme kue klepon tidak Islami. Karena dari penyebaran meme tersebut jelas tersirat ingin menghasut umat Islam. Dari penyebaran meme kue klepon tidak Islami ingin menunjukan agar umat Islam inteloran dan anti perbedaan.

"Saya minta usut pembuat meme serta penyebar serta pengedit kue klepon tersebut," tandasnya.

Harus Diusut

Pegiat media sosial (medsos) Darmansyah juga meminta agar polisi harus segera mengusut pelaku yang membuat fitnah kue klepon itu tidak islami dan haram. Apalagi, saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mendorong kepolisian untuk mengusut pelakunya. Namun Darmansyah mengaku pesimis polisi akan mengusutnya para penyebar meme kue klepon tidak Islami tersebut.

Darmansyah menilai, membandingkan kue klepon tidak Islami, sangat mengada-ada. Karena jajanan kue tradisional tersebut terbuat dari bahan yang halal. Apalagi tidak ada sedikit pun bahan untuk membuat kue klepon itu dari bahan yang haram seperti daging atau minyak babi. Apalagi banyak filosofi yang didapat dari jajanan tersebut seperti mengandung keharmonisan masyarakat Indonesia yang beragam suku, adat dan agama.

"Saya melihat motif dibalik penyebaran meme kue klepon tidak Islami untuk mengalihkan kehebohan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran yang akan melawan kotak kosong di Pilkada Solo," paparnya.

Darmansyah memaparkan, bukan tanpa isu kue klepon tidak Islami dimainkan. Karena isu saat ini yang tengah heboh adalah terkait pencalonan anak dan menantu Jokowi maju di Pilkada. Padahal sebelumya, Jokowi menyatakan, tidak pernah ada anaknya yang maju di pilkada. Tapi seiring waktu, baru era Jokowi ini ada anak dan menantunya maju di pilkada.

"Makanya jangan ditanggapi isu kue klepon tidak Islami. Karena kalau ditanggapi maka sama saja kita juga otak kosong," tandasnya.

Propaganda PKI

Mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring lewat akun Twitter @tifsembiring mengatakan, kehebohan tentang "Klepon Islami" yang viral di media sosial menyerupai cara propaganda Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menyudutkan Islam dan ulama. Dia bahkan mencurigai propaganda itu diproduksi oleh kelompok atau komunitas komunis.

"Dilihat modusnya, is 'Kelepon Islami' itu persis cara propaganda PKI memojokkan Islam & Ulama dari zaman baheula. Seolah konten dibuat kalangan Islam, padahal pihak komunis yang memproduksinya. Agar bisa mengolok, membully Islam & Ulama. Gampang dibaca. Setuju Lur," tulis Tifatul.

#Klepon   #mui   #umatislam   #komunis   #ulama