BP2MI Laporkan PT DBB dan NCM ke Bareskrim

Danial

Jakarta, HanTer - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama beberapa orang jajarannya datang ke Badan Reserse Krimnal (Bareskrim) Mabes Polri, Selasa (21/7/2020).

Kedatangan Benny ke Bareskrim, guna melaporkan dua perusahaan penyalur calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal.

Laporan tersebut merupakan buntut penggerebekan tempat penampungan calon PMI nonprosedural di apartemen di Bogor, Jawa Barat, Jumat 17 Juli malam, dengan mengamankan 19 calon pekerja migran.

"Dari hasil penelusuran kami, 2 perusahaan sebagaimana keterangan para calon PMI yaitu PT DBB dan NCM," ujar Benny dalam jumpa pers, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 21 Juli 2020.

Benny menjelaskan, perusahaan tersebut tak memiliki izin untuk melakukan perekrutan dan penempatan pekerja migran Indonesia yang harusnya izin setiap Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dimana hal itu dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

"Jika perusahaan sudah memiliki izin untuk perekrutan dan penempatan pekerja migran, maka otomatis dia akan terdeteksi dalam sistem yang kami miliki yaitu komputerisasi tenaga kerja luar negeri milik BP2MI," ungkapnya.

Dengan adanya kasus ini, kata Benny, semoga tidak terjadi lagi tindak pidana perdagangan orang (TPPO). "Kami datang ke Bareskrim sebagai bentuk kerja sama sebagai penegak hukum dan sekaligus ingin menyampaikan bahwa kejahatan pengiriman PMI secara ilegal masih terus terjadi. Padahal, TPPO tentu tidak boleh dilakukan siapa pun. Baik perseorangan atau berbadan hukum," ujarnya.

Untuk diketahui, para calon PMI ini dijanjikan bekerja di Thailand. Namun, mereka harus membayar uang muka ke perusahaan senilai Rp25 juta.