LPSK Siap Lindungi  Saksi  Pembongkar Kejahatan Terduga AT

Zamzam
LPSK Siap Lindungi  Saksi  Pembongkar Kejahatan Terduga AT
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban

Jakarta, HanTer - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pihaknya siap memberikan perlindungan terhadap seorang saksi yang mengungkapkan sepak terjang AT yang diduga menjadi dalang import baja atau besi siku yang berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diduga palsu.

"LPSK bisa memberikan perlindungan kepada saksi, termasuk saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator," ujar Hasto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Hasto menerangkan syaratnya, yakni saksi mengakui ikut melakukan tindakan yang kemudian diduga sebagai tindak pidana.

"Saksi bukan pelaku utama, dan bersedia mengembalikan kerugian negara yang dia ambil. Kemudian bersedia bekerja dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap kejahatan pelaku utama," tuturnya.

Sebelumnya masalah hukum terkait import besi siku yang SNI yang diduga palsu ini, akhirnya memunculkan nama AT sebagai aktor utama yang menginisiasikan dan mengelola seluruh proses import dari awal hingga pemberian label SNI yang diduga palsu tersebut.

Salah seorang pekerja, yang saat ini harus bertanggungjawab secara hukum atas perbuatan yang terjadi atas perintah dan arahan langsung dari AT.

Pekerja tersebut mengaku bekerja berdasarkan arahan AT dan sama sekali tidak mengetahui motif dan maksud serta tujuan AT untuk melakukan impor dan kemudian memberikan label SNI pada besi siku tersebut.

"Iya pak AT yang menyuruh, memerintahkan import besi siku," ujar salah seorang pekerja itu, yang sengaja identitasnya dirahasiakan, guna upaya perlindungan.

Sumber tersebut menjelaskan, dia bekerja dengan loyalitas penuh kepada AT dan ia hanya merupakan anak buah yang bekerja berdasarkan perintah dan tidak paham mengenai hukum, namun sangat disayangkan ternyata saat ini ia justru menjadi korban atas perbuatan dan perintah yang diberikan oleh AT

"AT kan kepala salesnya, dia yang sangat memahami proses impor sampai dengan pelabelan SNI dari awal hingga akhir," ungkapnya.

Dalam kasus ini, kepolisian telah menetapkan beberapa orang tersangka atas dugaan tindak pidana tersebut, namun hingga saat ini dalang yang diduga sebagai aktor utama dalam tindak pidana pemalsuan tersebut masih berkeliaran bebas.