Indonesia Masuk 10 Besar Kasus Positif Covid-19, Wakil Ketua MPR: Apa yang Salah Selama Ini?

Harian Terbit/Danial
Indonesia Masuk 10 Besar Kasus Positif Covid-19, Wakil Ketua MPR: Apa yang Salah Selama Ini?

Masuknya Indonesia dalam 10 besar negara dengan kasus positif Covid-19 di Asia, harus menjadi alarm bagi pemerintah, perlunya evaluasi atas kebijakan penanganan pandemi selama ini.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, diperlukan kesadaran dan kepedulian nasional yang kuat dari seluruh elemen bangsa, untuk bersama-sama keluar dari krisis sektor kesehatan yang berdampak pada ekonomi akibat COVID-19. 

Disamping itu, sambung Rerie, sapaan akrab Lestari, masih banyak orang yang memanfaatkan kebijakan pelonggaran yang diberikan, tetapi tidak diikuti dengan mengedepankan protokol kesehatan.

"Pelonggaran yang seyogyanya untuk memberikan ruang, agar sektor ekonomi bergerak, sayangnya banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak terlalu penting. Bahkan, seolah pandemi telah dilalui, banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan," ungkap Rerie dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2020).

Melansir worldometers,  Indonesia masuk dalam 10 besar kasus positif terbanyak di Asia. Tercatat, kasus positif yang dilaporkan negara-negara sAsia sebanyak 2.973.219 kasus. Kasus kematian di Asia sebanyak 70.555 dan banyaknya kasus sembuh berjumlah 2.064.179 orang. “Apa yang salah selama ini terkait penanganannya?”

Menyikapi hal tersebut, Rerie mengatakan perlu adanya evaluasi dan sifatnya tidak membela diri, tetapi mencari apa yang salah dari kebijakan yang telah diambil selama ini untuk bersama mencari solusi.

Di sisi lain, agar ancaman di sektor kesehatan dan ekonomi dapat diatasi, Legislator Partai NasDem itu menuturkan, keterlibatan masyarakat harus dilakukan untuk menciptakan kesadaran dalam menangani COVID-19.

"Libatkan masyarakat karena menghadapi wabah ini pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Kita perlu menciptakan kesadaran agar semua elemen secara sukarela mau ikut berperan serta menjaga, peduli, dalam penanganan wabah," jelas Rerie.

Disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau selalu menjaga kebersihan di masa pandemi ini, menurutnya, hal itu merupakan bagian dari penerapan kepedulian.

Ilmu Pengetahuan

Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengingatkan Presiden Joko Widodo bahwa wabah virus corona hanya bisa dikalahkan dengan obat dan ilmu pengetahuan. Langkah-langkah politik tanpa dibarengi kedua itu dinilai akan percuma. Pendapat Jansen ini mengutip langsung dari pernyataan Gubernur New York, Amerika Serikat, Andrew Cuomo. “Kata Andrew Cuomo: “You don’t defeat a virus with politics. You defeat a virus with science and medicine”,” kutipnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (14/7). 

Tokoh nasional DR. Rizal Ramli menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah jurus menyelesaikan masalah kesehatan. Bukan sebaliknya, pemerintah menggunakan buzzer hingga membuat kalung anti corona yang belum teruji klinis. 

“Benar Jansen (Politisi Partai Demokrat), masalah kesehatan diselesaikan dengan science, bukan influenzers, buzzers dan vodoo medicine seperti kalung abal-abal. Makin lama kok makin primitif ya?” tegas Rizal Ramli
dalam akun Twitter pribadinya.