Pengusaha Kimin Tanoto Disudutkan oleh Pemberitaan Sepihak

Danial
Pengusaha Kimin Tanoto Disudutkan oleh Pemberitaan Sepihak
Iluatrasi

Jakarta, HanTer - Pengusaha Kimin Tanoto merasa nama baiknya dicemarkan, oleh berbagai pemberitaan sepihak yang menyudutkannya. Sehingga secara resmi dia menyampaikan bantahan.

"Menanggapi pemberitaan serta ulasan Portal Berita Online TEMPO.CO Tanggal 13 Juli 2020 yang berjudul "Advokat Desak Polisi Tangkap Terduga Pemalsu SNI Kimin Tanoto" dengan ini kami menyampaikan keberatan dan sanggahan atas pemberitaan tersebut," ujar Harmaein Lubis, selaku kuasa hukum Kimin Tanoto kepada wartawan di Jakarta, Selasa 14 Juli 2020.

Berikut paparan keterangannya :

1. Bersama dengan Surat ini, Saya sampaikan sikap keberatan Saya terhadap pemberitaan yang dipublikasi oleh TEMPO.CO, dengan judul sebagaimana tersebut di atas, karena melakukan pemublikasian berita yang diduga dilakukan dengan cara sepihak, tanpa melakukan verifikasi serta permintaan klarifikasi terlebih dahulu (Check & Recheck) kepada saya selaku objek yang diberitakan;

2. Dimana semestinya, dalam menyampaikan informasi maupun pemberitaan, TEMPO.CO sebagai portal berita online terkemuka, wajib menjunjung tinggi nilai-nilai maupun kode etik jurnalistik dengan baik, khususnya mengenai asas pemberitaan yang independen, komprehensif dan proporsional, dimana asas-asas tersebut menekankan pada prinsip penyajian berita secara berimbang, luas dan lengkap, tanpa adanya kepentingan pribadi serta intervensi dari pihak manapun, dimana untuk itu Saya sangat menyoroti beberapa redaksi yang Saya anggap cukup provoktif dan tendensius, dimana hal tersebut sangat mengganggu dan mencederai harkat dan martabat Saya, selaku Warga Negara Indonesia yang harta dan martabatnya dilindungi secara konstitusional. Beberapa redaksi yang Saya anggap provoktif dan tendensius diantaranya:

2. 1 Judul : "Advokat Desak Polisi Tangkap Terduga Pemalsu SNI Kimin Tanoto"

Keterangan :
Terhadap penyebutan nama saya secara lengkap dalam judul tersebut di atas sangatlah emosional, tendensius dan melanggar hak privasi Saya, sehingga Saya merasa dihakimi secara tidak langsung oleh pemberitaan yang ada, yang mana seharusnya TEMPO.CO dalam menyajikan pemberitaan memperhatikan prinsip praduga tidak besalah yang karenanya menghindari penyebutan nama secara lengkap;

2.2 Redaksi : Polisi masih mencari Kimin, namun anak buahnya, L dan A telah ditahan dan menjadi tersangka (Vidio - paragraf kedua);

PATUH DAN TIDAK ABAI

Keterangan :
Redaksi tersebut sangat amat menyakiti hati Saya, karena berisikan redaksi dan opini yang menghakimi dan bersifat provokatif, dimana saya tidak pernah hilang dan melarikan diri, namun begitu mengapa redaksi yang ada menyebut polisi masih mencari Kimin? redaksi tersebut berpotensi dan dapat ditafsirkan seolah-olah Saya telah melarikan diri dan melakukan tindakan yang bersifat tidak kooperatif, padahal faktanya Saya tidak pernah melarikan diri dan tidak pernah mengabaikan panggilan dari pihak yang berwajib, bahkan terhadap panggilan pertama dari pihak kepolisian saya baru di jadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pada tanggal 14 Juli 2020. 

Sebagaimana Surat Panggilan nomor : S.pgl/4688/VII/2020/Ditreskrimum, sehingga redaksi tersebut sangat tendensius, serta mengabaikan kewajiban dari TEMPO.CO untuk melakukan Check & Recheck terlebih dahulu terkait kebenaran informasi sebelum melakukan pemberitaan;

2.3 Redaksi : Ia menunding peraktik curang tersebut sudah dilakukan Simon Tonoto selama kurang lebih 3 tahun dan mengakibatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 2,7 triliun (Vidio-paragraf ketiga);

Keterangan :

Redaksi yang disampaikan tersebut bersifat opini yang menghakimi dan merupakan fitnah yang sadis, dimana tidak seharusnya sebuah opini tanpa dasar dan alasan yang jelas, di muat dalam pemberitaan yang kemudian dipublikasikan secara luas, dimana seharusnya TEMPO.CO dalam menyajikan berita seyogyanya menggunakan hati nurani, sehingga dapat menjiwai apa yang diraskan oleh orang yang menjadi objek pemberitaan, terlebih terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dari sana Saya mempertanyakan dasar pernyataan dan pencantuman nilai kerugian yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut, bahwa hal tersebut merupakan informasi fitnah yang seharusnya tidak dipublikasikan oleh TEMPO.CO;

2.4 Redaksi : Dari penangkapan L dan A, anak buah Kimin, polisi menyita 4.600 ton besi siku impor yang ditempeli stiker SNI palsu berlogo Gunung Garuda (Vidio- paragraf keempat).

MELANGGAR ASAS PRADUGA TAK BERSALAH

Keterangan :
Redaksi yang disampaikan tersebut secara terang benderang telah melanggar asas presumption of innocence/asas praduga tidak bersalah, dimana pada faktanya tidak ada suatu putusan pengadilan manapun yang bersifat inkracht pada besi siku tersebut adalah palsu, sehingga seharusnya TEMPO.CO dalam melakukan pemberitaan harus lebih memperhatikan prinsip-prinsip serta kode etik jurnalistik;

3. Bahwa berdasarkan beberapa alasan dan sanggahan yang telah saya sampaikan tersebut, maka dengan surat ini pula saya meminta kepada TEMPO.CO, untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Mencabut dan/atau meralat, serta memperbaiki berita yang berjudul "Advokat Desak Polisi Tangkap Terduga Pemalsu SNI Kimin Tanoto" tersebut sebagaimana alasan dan bantahan yang telah saya uraikan tersebut, di atas dalam kurun waktu 1 x 24 jam sejak tanggal penayangan dan/atau pemberitaan;

2. Menyampaikan permintaan maaf serta mengakui kesalahan atas pemberitaannya tersebut kepada para pembaca dan/atau pendengar dan/atau pemirsa secara online 1 x 24 jam sejak tanggal penayangan dan/atau pemberitaan.