Keluarga dan Korban Sarang Burung Walet Gelar Doa Bersama Minta Adili Novel Baswedan

Safari
Keluarga dan Korban Sarang Burung Walet Gelar Doa Bersama Minta Adili Novel Baswedan
Kelompok massa tergabung dalam Aktivis Gugat Novel (AGN) kembali menggelar aksi solidaritas peduli korban sarang burung walet di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta, Senin (13/7/2020)..

Jakarta, HanTer  - Kelompok massa tergabung dalam Aktivis Gugat Novel (AGN) kembali menggelar aksi solidaritas peduli korban sarang burung walet di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta, Senin (13/7/2020). Kali ini AGN menggelar bakar lilin dan doa bersama menuntut Tritura Adili Novel Baswedan.

Dalam aksinya tersebut, para korban sarang burung walet yang diduga dianiaya Novel Baswedan menyampaikan curhatan atas penderitaan yang dialami dan keluarganya pasca kejadian 16 tahun silam.

Salah satunya adalah Dedi Nuryadi yang disebut korban salah tangkap dari kasus tersebut meminta agar Presiden Jokowi untuk tidak takut bertindak memerintahkan Jaksa Agung melimpahkan berkas kasus sarang burung walet ke PN Bengkulu. Karena gara-gara kasus tersebut keluarganya ikut terkena dampaknya.

"Pak Presiden jangan takut, saya tidak bersalah kena hukuman oleh Novel. Jokowi harus perintahkan Jaksa Agung. Anak istri saya ada dirumah, dan saya disini. Dan kami-kami ini nasibnya bagaimana. Mohon sangat berikan keadilan bagi kami," sebutnya.

Sementara itu, korban lainnya Irwansyah memohon kepada Jaksa Agung bisa terketuk hatinya agar kasus hukum sarang burung walet bisa ditegakkan. Irwansyah menegaskan mencuatnya kasus sarang burung walet 16 tahun silam itu tidak ada kaitannya dengan kasus penyiraman Novel Baswedan. Dia hanya meminta keadilan atas kasus tersebut.

"Soal Novel ya Novel. Intinya saya minta keadilan, karena berapa kali mengajukan permohonan ini. Periode SBY, dihentikan. Saya berjuang terus tidak mau berhenti. Apa urusannya dengan kasus penyiramannya Novel, tidak ada urusannya dengan saya. Saya hanya minta keadilan," paparnya.

Irwansyah mengungkapkan, korban kasus sarang burung walet bukan hanya dia sendiri melainkan ada lima orang dan satu sudah meninggal dunia. Makanya, ia berharap kepada penegak hukum bisa mengadili Novel Baswedan. Apalagi kasus tersebut sudah P21 untuk segera disidangkan. 

"Kepada penegak hukum aparat negara, saya sebagai korban penganiayaan Novel Baswedan minta tolong agar berkasnya dilimpahkan. Karena sudah teregistrasi. Jangan lagi hukum ini tajam kebawah tapi tumpul ke atas," jelasnya.

Hal senada juga dirasakan Dony Yefrizal Siregar yang juga korban sarang walet jauh-jauh datang dari Medan yang keluarganya mengalami kerugian materiil dan moril. M. Rusli mengeluhkan cacat permanen dari kejadian tersebut. Ia berharap agar Presiden berbelas kasih melihat penderitaan yang mereka alami.

"Kami sudah meninggalkan keluarga dan anak kami demi berjalannya proses hukum ini," jelasnya.

Korlap AGN Bayu Sasongko meminta agar Novel Baswedan bersikap kesatria menghadapi kasusnya di Bengkulu. Bayu berpesan agar Novel mencontoh sikap gentlemen para penyiramnya yang berani menghadapi kasusnya di Persidangan yang sebentar lagi menghadapi putusan sidang.

"Novel Baswedan jangan banyak manuver untuk menutupi kasus lamamu, lebih baik kasus sarang burung walet kamu hadapi di Persidangan," ujar Bayu.

Selain itu, pihaknya siap mendukung upaya penegakan hukum agar penuntasan kasus tersebut tidak diskriminatif.

"Kami sudah mendengarkan langsung keluhan dan penderitaan korban dan keluarganya. Berikan akses keadilan hukum dinegeri ini bagi rakyat kecil," pungkasnya.

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.