Diduga Gelapkan Uang Rp300 Miliar Para Korban Bisnis Logam Mulia Polisikan Distributor

Safari
Diduga Gelapkan Uang Rp300 Miliar Para Korban Bisnis Logam Mulia Polisikan Distributor
Ricky Umar A,SH.MM, ketua tim kuasa hukum para korban

Jakarta, HanTer - Beberapa orang korban bisnis investasi logam mulia melaporkan RPS, yang mengaku sebagai distributor emas PT Antam ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Laporan terhadap RPS karena diduga telah gagal memenuhi pesanan atau order dari para korban berupa ratusan kilogram emas. Laporan tersebut dilakukan Fernando Thendijaya, SH, kuasa hukum para korban, Kamis (2/7/2020) dengan nomor LP/B/0354/VII/ 2020/ BARESKRIM.

Ricky Umar A,SH.MM, ketua tim kuasa hukum para korban mengatakan, para korban bisnis investasi logam mulia yakni Putri Anindita Utarid, Reseller Ring 1 dan Alfa Paskarini Sawitri, Reseller Ring 2 , dan beberapa korban lainnya juga sudah melapor ke Bareskrim yaitu Reseller Ring 1 Anggi Dwinia Noviana dan Muji Suryati serta beberapa korban lainnya sudah melapor di Polda Metro Jaya, dan kemungkinan ratusan korban lainnya akan menyusul dan membuat laporan.

“Sebelumnya korban telah menyampaikan 2 kali teguran dan somasi kepada terlapor RPS pada bulan Mei 2020 dan  pertengahan Juni 2020. Namun, karena tidak ada penyelesaian, pada awal Juli korban melaporkan kasus ini sebagai tindak pidana ke Bareskrim Polri,” kata Ricky di Jakarta, Senin (13/7/2020). 

Pelaporan itu, sambungnya, menyangkut tindak pidana penggelapan, penipuan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 372 dan 378. Sekaligus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diatur dalam Pasal-pasal di UU No 8 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Ricky berharap Bareskrim segera menindaklanjuti pelaporan tersebut. "Karena dengan mengungkap kasus tersebut dan menindak pelaku dan jaringannya maka  akan mencegah jatuhnya ratusan korban lainnya pada bisnis serupa yang menggunakan skema piramida atau skema Ponzi sehingga kepercayaan rakyat terhadap Polri akan terus meningkat,” ujarnya.

Ricky mengungkapkan modus dalam bisnis investasi logam mulia tersebut, yaitu RPS mengaku sebagai distributor yang bekerjasama dengan Senior Antam yang mana Emas yang di jualnya secara Pre Order (PO) tersebut didapat dari hasil lelang bersama temannya yang  berbadan hukum PT, sehingga harga Logam Mulia yang dijualnya secara PO tersebut jauh lebih murah dibawah harga pasaran.

Awalnya dari bulan April - Oktober 2019 bisnis jual beliogam mulia dengan cara PO tersebut berjalan lancar. Para reseller maupun customer juga sudah mendapatkan pesanan logam mulia keluaran asli Antam sesuai dengan jumlah yang dipesannya. Tetapi ternyata pada bulan April 2020 order dari para eeseller dan customer mengalami kemacetan dan sampai sekarang tidak ada penyerahannya sehingga ratusan reseller dan customer dirugikan hampir mencapai Rp300 milliar.

“Tanggal 2 Mei 2020 terlapor RPS telah membuat surat pernyataan yang akan menyerahkan order atau  pesanan dari klien kami seberat  31,569 gram atau akan mengembalikan uang (refund ) atas pembelian yang gagal sebesar Rp. 17.956.870.000,- selambat-lambatnya pada tanggal 30 Mei 2020 . Namun, isi perjanjian itu tak pernah dipenuhi oleh terlapor sehingga korban menderita kerugian. Alhasil, kami laporkan sebagai tindak pidana,” tandasnya.

Mengenai skema bisnis jual beli logam mulia Antam tersebut dengan sistim Pre Order yang dijalankan oleh RPS dkk, adalah merupakan skema bisnis piramida yaitu dibawahnya mempunyai Reseller Ring 1 sebanyak 39 orang, dibawah Reseller Ring 1 mempunyai bawahan Reseller Ring 2 , dan dibawah Reseller Ring 2 ada juga mempunyai ratusan Reseller Ring 3 , dan Reseller Ring 3 mempunyai bawahan Reseller Ring 4  atau langsung customer.

Cara pembayarannya dilakukan melalui tranfer bank, mulai dari customer kepada Reseller Ring 4 , kemudian Reseller Ring 4 mentranfer ke Reseller Ring 3  setelah dipotong keuntungan atau komisi masing-masing Reseller, dan dari Reseller Ring 3 kemudian mentranfer ke Reseller Ring 2 dan dari Reseller Ring 2 mentranfer ke Reseller Ring 1, akhirnya dari Reseller Ring 1 bermuara semuanya ditranfer kepada terlapor RPS.

Ricky berharap Bareskrim Mabes Polri dapat mengungkap kasus tersebut karena diduga dibelakang RPS ada orang-orang tertentu yang bermain dan disembunyikan.  Ricky pun berharap agar Mabes Polri menyediakan Crisis Center untuk para korban agar para korban lainnya dapat tempat untuk mengadukan laporannya. Karena hingga saat ini sudah banyak laporan terkait bisnis tersebut. Hingga berita ini ditulis masih menunggu konfirmasi dari RPS.