Kembali Datangi KPK, AMUK RIAU Desak KPK Tersangkakan Penerima Suap APBD Riau 

Safari
Kembali Datangi KPK, AMUK RIAU Desak KPK Tersangkakan Penerima Suap APBD Riau 
Dalam aksi unjuk rasanya kali ini, Massa AMUK RIAU kembali mendesak KPK agar segera memanggil, memeriksa dan menetapkan tersangka Indra Gunawan atau Eet (Ketua DPRD Riau 2019 - 2024) yang diduga menerima uang Proyek Multiyear tersebut. 

Jakarta, HanTer -  Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Untuk Keadilan Riau (AMUK RIAU) kembali menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, (2/7/2020). Mereka gelar aksi kembali karena mandegnya pengusutan Kasus Korupsi Proyek Multiyear 2013 - 2015 dan 2017 - 2019 di Kabupaten Bengkalis yang ditangani KPK.

Dalam aksi unjuk rasanya kali ini, Massa AMUK RIAU kembali mendesak KPK agar segera memanggil, memeriksa dan menetapkan tersangka Indra Gunawan atau Eet (Ketua DPRD Riau 2019 - 2024) yang diduga menerima uang Proyek Multiyear tersebut. 

Jos, Kordinator Massa AMUK RIAU menjelaskan dalam fakta -fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Riau yang mengadili Hobby Siregar dan M. Nasir (Kadis PU Bengkalis) sudah sangat terang benderang bahwa ada aliran dana yang mengalir kepada sejumlah anggota DPRD Bengkalis Periode 2009 - 2014. 

"Jelas ya teman - teman media, dalam fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Riau disebutkan bahwa ada aliran dana yang mengalir ke sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Periode 2009 - 2014", jelas Jos di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis, (2/7/2020), 

Jos menegaskan, dugaan keterlibatan Eet ialah menerima uang suap APBD/ "ketok palu" Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2012 untuk Proyek Multiyear 2013 - 2015.

"Berdasarkan temuan-temuan dalam fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Riau, kami menduga saudara Indra Gunawan atau Eet menerima sejumlah uang untuk memuluskan Proyek Multiyear Pembangunan Jalan Duri - Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis," lanjut Jos. 

Adapun dalam aksinya kali ini AMUK RIAU menyampaikan sejumlah tuntutan yakni, meminta kepada KPK untuk menetapkan Tersangka kepada Indra Gunawan/Eet yang diduga menerima uang Proyek Multiyear 2013 - 2015 dan 2017 - 2019 Kabupaten Bengkalis dan segera meminta KPK untuk melakukan penahanan.

Meminta kepada KPK untuk menetapkan tersangka kepada Eet yang diduga menerima uang suap APBD atau ketok palu Kabupaten. Bengkalis Tahun Anggaran 2012 untuk Proyek Multiyear Tahun 2013 - 2015. 
Mengusut tuntas dugaan aliran dana proyek Multiyear Bengkalis untuk menjadikan Eet sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau 2019 - 2024.

Hingga berita ini ditulis masih menunggu konfirmasi dari Eet.