Borok Sudah Dibongkar, AGN Minta Jaksa Agung Proses Kasus Sarang Walet

Safari
Borok Sudah Dibongkar, AGN Minta Jaksa Agung Proses Kasus Sarang Walet

Jakarta, HanTer - Massa Aktivis Gugat Novel (AGN) tetap mendukung perjuangan korban sarang burung walet di Bengkulu yang mencari keadilan. Saat ini para korban sarang burung walet tengah mendesak agar Jaksa Agung mengadili penyidik KPK Novel Baswedan di PN Bengkulu.

 

"Korban sarang burung walet sudah membongkar borok penyidik KPK Novel Baswedan secara gamblang, kini giliran Jaksa Agung supaya memproses berkas perkara tersebut ke PN Bengkulu," ungkap Koordinator AGN Bayu Sasongko saat aksi unjuk rasa di depan Kejagung, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

 

"Dan kami minta agar Novel Baswedan jangan BELGI, akui saja perbuatanmu. Atau bersilat lidah saja di Pengadilan," seru Bayu lagi.

 

Menurut dia, kasus sarang burung walet bukanlah rekayasa dan kriminalisasi terhadap Novel Baswedan. Sebab, kasus tersebut terjadi sebelum Novel menjabat sebagai penyidik KPK.

 

"Jadi jangan ngarang-ngarang, lalu berkoar-koar ke publik ini kriminalisasi. Lebih baik Novel Baswedan bersuara saja ke Pengadilan, dan Jaksa bisa proses masalah ini supaya terang benderang," tambah Bayu.

 

Bayu melanjutkan, para korban yang saat ini masih ada di antaranya Irwansyah Siregar, Dedi Muryadi, Dony Yefrizal Siregar dan M. Rusli Alimsyah, saksi, pelaku, barang bukti ditambah lagi adanya putusan pengadilan yang memerintahkan bahwa perkara itu untuk segera dilimpahkan.Sebagaimana ketentuan pasal 82 ayat 3 bahwa putusan praperadilan yang memerintahkan agar gelar perkara itu segera disidangkan adalah wajib.

 

"Artinya mau tidak mau suka tidak suka harus segera disidangkan. Kalau mengaku Pancasilais, wujudkan rasa keadilan dan kepastian hukum sesama Warga Negara Indonesia (WNI)," kata Bayu.

 

"Jaksa Agung bukalah mata batinmi, jangan hanya berhenti dikasus Novel sebagai korban dalam kasus penyiraman tapi juga harus diproses juga ketika dia terlibat dalam kasus penganiyaan dan pembunuhan korban sarang burung walet," pungkasnya.

 

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

 

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.