Sidang Jiwasraya Dilanjutkan, MAKI minta Kejagung Segera Umumkan Tersangka Baru

Danial
Sidang Jiwasraya Dilanjutkan, MAKI minta Kejagung Segera Umumkan Tersangka Baru
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya yakni, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.

Jakarta, HanTer - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, telah menolak eksepsi terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya yakni, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.

Selain menolak eksepsi Benny, Tjokrosaputro majelis hakim juga menolak eksepsi Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo.

"Mengadili keberatan terdakwa dan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima," ujar Rosmina, Ketua Majelis Hakim pada saat membacakan amar putusan sela di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim mengungkapkan setelah membaca secara seksama surat dakwaan pada pokoknya masing-masing pihak dalam perkara tersebut telah diuraikan perbuatan secara lengkap dan jelas.

"Keberatan penasihat hukum telah memasuki pokok perkara maka tidak diterima," ujar Rosmina.

Dengan putusan hakim tersebut, Sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya berlanjut ke tahap pemeriksaan perkara.

"Melanjutkan perkara atas nama terdakwa dengan memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan saksi-saksi dan barang bukti," katanya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman berpendapat dengan ditolaknya eksepsi dari terdakwa maka persidangan dilanjutkan untuk menghadirkan para saksi dan pembuktian perbuatan dari para terdakwa.

“Tugas Jaksa sudah seperempat langkah lah, tiga perempatnya untuk pembuktian nanti, dan terdakwa juga kan berhak mendatangkan saksi meringankan, atau saksi ahli juga untuk meringankan,” ujarnya.

Meskipun Benny Tjokrosaputro berdalih dalam pembelaanya menyatakan perkara Jiwasrara seharusnya masuk ranah pasar modal, menurut Boyamin itu merupakan hak pembelaan terdakwa yang harus dihormati.

“Yang membantah klaim ini bukan korupsi dan ini pasar modal itu nanti, akan dibuka seluas-luasnya. Kita hormatilah klaim itu, saya tidak akan berdebat disitu, hak nya terdakwa untuk membela diri,” beber Boyamin.

Selain itu, Boyamin berharap majlis hakim dapat membuktikan di persidangan selanjutnya dengan bukti yang cukup kuat bahwa Jiwasraya merupakan kasus korupsi bukan persoalan pasar modal.

|“Saya kan selaku pelapor koruspi Jiwasraya, kan sejak awal memang mengingkan di proses korupsi wong ini saya pelaporya,” ungkap Boyamin.

Boyamin Saiman meminta penyidik Kejaksaan Agung untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi Jiwasraya. Menurutnya, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap bank atau pun non bank dianggap tidak mengawasi tranksaksi investasi yang dilakukan PT Asuransi Jiwasraya.

“Saya mendesak agar tersangka baru dari OJK yang membiarkan perkara ini, Jiwasrasa bisa menginvestasikan salah segala macam. Harus ada tersangka yang dari OJK yang pengertianya bisa dianggap terlibat karena membiarkan. Dia (OJK) harusnya ngawasi ternyata tidak mengawasi,” ujar Boyamin

Sampai saat ini, Kejaksaan Agung masih merahasiakan tersangka baru kasus korupsi Jiwasraya, Direktur Penyidikan (Dirdik) Pidsus Kejagung, Febri Ardiansyah, sempat menyampaikan bahwa pihaknya akan menetapkan tersangka baru dan akan diumumkan pekan ini. Namun, penetapan tersebut belum juga diumumkan.

Untuk mencari calon tersangka baru, Tim Penyidik Pidana Khusus Kejagung memeriksa puluhan saksi dari berbagai pihak, diantaranya OJK, Bursa Efek Indonesia, Jiwasraya, sejumlah perusahaan sekuritas, dan lain-lain.

(Danial)