AGN Tantang Novel Terkait Kasus Sarang Burung Walet

Safari
AGN Tantang Novel Terkait Kasus Sarang Burung Walet

Jakarta, HanTer - Kelompok Aktivis Gugat Novel ( AGN ) kembali berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (22/6/2020). Mereka meminta agar kasus dugaan penganiayaan sarang burung walet Bengkulu melibatkan Novel Baswedan segera disidangkan.

 

"Segera buka kasus di Bengkulu dan adili Novel Baswedan. Kasus ini bukanlah rekayasa dan kriminalisasi, kami tantang Novel Baswedan buktikan hal itu di Persidangan," ungkap Koordinator Aksi AGN Bayu Sasongko.

 

Bayu mengaku merasa kasihan dengan korban dan keluarganya yang menanti keadilan agar kasus tersebut dibuka kembali ke publik.

 

"Sangat fair sekali jika kasus di Bengkulu itu juga disidangkan secara transparan, sehingga aspirasi rakyat kecil menjadi terakomodir," ucapnya.

 

Bayu mengatakan, ketika ada keputusan praperadilan yang dikeluarkan dan memerintahkan agar kasus itu segera disidangkan dan surat pemberhentian perkara itu tidak sah maka secara hukum itu tidak ada pilihan lain.

 

"Tidak ada pilihan lain kecuali memang harus diuji di pengadilan perkara, itu agar kemudian publik tidak melihat bahwa seolah-olah Novel Baswedan kebal hukum. Dan hukum kemudian hanya tajam kebawah dan tumpul keatas terima kasih," bebernya.

 

Bayu menambahkan jangan hanya Novel Baswedan saja yang boleh mencari keadilan. Sebaiknya, kata dia, Novel Baswedan menghadapi kasus ini secara profesional dan tidak mencampur adukkan dengan politik.

 

"Apakah hanya dia yang boleh mencari keadilan di negeri ini," pungkasnya.

 

Dalam aksinya, massa juga membawa alat peraga berupa spanduk dan poster bertuliskan "Tegakkan Keadilan !! Novel Baswedan boleh protes terhadap kasus yang menimpa dirinya sekarang, tapi biar fair Novel Baswedan juga harus menyelesaikan kasus "Sarang Burung Walet", Gimana Bung Novel Baswedan??,

 

Selain itu ada juga spanduk bertuliskan Penyiram Air keras sudah dituntut 1 tahun penjara Sementara korban penembakan Novel Baswedan kasus sarang burung walet "masih menunggu keadilan tanpa Menyalahkan Presiden Jokowi, #EnggakSengaja Nembak Orang Novel Baswedan".

 

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

 

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.