Peta Kekuatan Tiga Bapaslon di Pilkada Kepri, Siapa Potensial Unggul?

Safari
Peta Kekuatan Tiga Bapaslon di Pilkada Kepri, Siapa Potensial Unggul?
Peta Pilkada Kepri

Batam, HanTer  - Dinamika politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepulauan Riau (Kepri) kian memanas. Berbagai menuver hingga bongkar pasang bakal calon kandidat terus dimainkan seiring semakin dekatnya pelaksanaan perebutan kursi nomor satu di kawasan Selat Malaka tersebut.

Kabar terbaru, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kepri menyiapkan duet Ansar Ahmad-Ria Saptarika sebagai alternatif pilihan untuk melawan duet Soerya-Iman dan sang petahana Isdianto-Marlin yang digadang-gadang akan maju berpasangan. Kabar tersebut  diungkapkan Ketua DPD I Golkar Kepri Achmad Ma'ruf Maulana di kantor DPD II Golkar Kota Batam, Minggu (21/6/2020) 

“Saat ini kita sedang melakukan survei untuk melihat elektabilitas pasangan ini (Ansar Ahmad-Ria Saptarika, red)," ujarnya. 

Sebelumnya, sempat juga berhembus kabar adanya penjajakan yang dilakukan oleh PKS dan Golkar Kepri dengan mengusung duet Ansar-Suryani untuk maju sebagai penantang namun kini berubah jadi Ansar-Ria. Banyak yang meragukan pasangan ini bisa mendaftar ke KPUD, berdasarkan keterangan dari sumber yang tidak ingin disebut namanya, duet Ansar-Ria Saptarika ini kecil kemungkinan bisa terwujud. 

"Menurut saya tidak mungkin pasangan ini bersatu. Sebab saya tahu, Ria Saptarika ini inginnya mendampingi Isdianto, bukan Ansar. Tapi ya kita lihat saja nanti," ungkapnya.

Terkait duet Ansar Ahmad-Ria Saptarika, meski kedua figur tersebut merupakan Anggota Legislatif yakni anggota DPR-RI dan anggota DPD-RI namun tidak kemudian dinilai memiliki basis massa dan bisa menang pada pilkada mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur Lembaga Survei  Stratak Indonesia, Octarina Soebardjo. 

"Saya kira semua kemungkinan bisa saja terjadi, terutama dengan belum adanya sikap dari sejumlah DPP Partai, lagian waktu mendaftar masih lama yakni Bulan September mendatang. Jadi mungkin saja duet Ansar-Ria Saptarika terjadi jika memang ada beberapa DPP parpol yang mau koalisi mengusung pasangan ini. Tapi yang harus menjadi catatan sebenarnya apakah kedua figur ini memiliki kekuatan elektoral untuk memenangkan kontestasi. Kalau sekedar maju lalu tumbang buat apa meninggalkan jabatan di DPR dan DPD,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Minggu (21/6/2020).

Kedua figur ini lanjut Octarina, harus benar-benar menghitung tingkat popularitas, akseptabilitas dan elektabilitasnya. Apalagi jika melihat rekam jejak keduanya, yang sama-sama pernah kalah dalam pilkada sebelumnya. Keduanya akan dicap pecundang pilkada kalau kalah terus.

 “Jadi memang kalau maju, ya harus menang. Hanya soalnya untuk menang itu tidak mudah. Karena pertarungan akan sengit, mengingat ada dua kekuatan lama yang akan beradu kembali di pilkada Kepri 2020 ini yakni kubu Soerya melawan kubu Sani yang bertransformasi dalam diri Isdianto, adik kandung Pak Sani yang kini menjabat PLT. Gubernur Kepri,” ujarnya.

Octarina mengingatkan, di pilkada lalu Ansar berpasangan dengan Soerya dan kalah telak oleh pasangan Sani-Nurdin. Jika pendukung Sani-Nurdin solid mendukung Isdianto, tentu jadi berat buat Ansar. 

“Dulu saja bersatu dengan Soerya, mereka kalah. Apalagi sekarang berpisah. Jadi memang perlu kajian mendalam untuk memutuskan maju dan perlu strategi jitu untuk memenangkan pertarungan,” tambahnya.

Octarina menyampaikan, jika nanti terjadi kontestasi tiga pasangan calon yakni pasangan Soerya-Iman, pasangan Ansar-Ria dan pasangan Isdianto-Marlin, potensi tertinggi untuk menang ada di kubu Isdianto-Marlin. 

“Itu karena pasangan itu merupakan petahana, punya basis pemilih solid dan khusus Ibu Marlin bagaimanapun dia adalah istri dari walikota Batam yang sangat populer saat ini. Tapi tentu harus disurvei, untuk membuktikan asumsi ini,” pungkasnya.