AGN Gelar Aksi Berpayung Hitam Minta Novel Tidak Lupa Kasus Sarang Bulu Walet

Safari
AGN Gelar Aksi Berpayung Hitam Minta Novel Tidak Lupa Kasus Sarang Bulu Walet

Jakarta, HanTer  - Aktivis Gugat Novel (AGN) kembali gelar aksi damai. Kali ini mereka menggelar aksi di depan gerbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta dengan berpayung hitam. Mereka meminta agar KPK bisa menegakkan keadilan bagi rakyat kecil terkait tragedi sarang burung walet di Bengkulu yang diduga korbannya dianiaya hingga meregang nyawa.

 

"Kasus ini (sarang burung walet) lebih mengerikan sekali, ngeri-ngeri sedap tidak kalah dengan yang terjadi kekerasan oleh Polisi di Amerika belum lama ini. Kalau ada rekaman video nya, bisa lebih parah dari George Floyd," tegas Koordinator aksi Bayu Sasongko di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

 

Bayu meminta agar Novel Baswedan yang diduga terlibat dalam kasus sarang burung walet tidak merasa kebal hukum atau Novel Baswedan merasa tidak sengaja menembak korban sarang burung walet. Sebab, peristiwa sarang burung walet cukup lucu saja seperti dagelan dengan mempolitisasi kasusnya supaya membesar dan menutupi kasus lamanya di Bengkulu.

 

"Mungkin Novel Baswedan tak sengaja tembak korban sarang burung walet kali. Jadi gak merasa berdosa, dan kebal hukum. #IndonesiaDaruratHumor," sambungnya.

 

Bayu menilai kasus Novel banyak segelintir tokoh barisan sakit hati yang memanfaatkan panggung Novel Baswedan yang berada dibelakangnya. Bahkan, kelompok oposisi juga tak kalah ingin mendompleng isu Novel tersebut dengan menyerang kewibawaan Presiden Jokowi.

 

"Mulai barisan sakit hati bersatu melalui isu Novel Baswedan dijadikan pintu masuk untuk serang Presiden Jokowi. Ada apa ini," sebutnya.

 

Bayu juga mempertanyakan keadilan hukum terkait kasus tersebut. Sebab, katanya, terdakwa penyiram air keras ke Novel Baswedan saja dihukum dan diadili di Pengadilan. Sementara Novel Baswedan sudah melakukan penyiksaan, tapi tak kunjung diadili dan dihukum.

 

"Tegakkan hukum walaupun langit runtuh. Masa terdakwa penyiram air keras saja gentle hadapi kasus hukumnya dan sudah diadili, tapi Novel Baswedan tidak berani menghadapi kasus hukumnya," pungkasnya.

 

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

 

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.