AGN Gelar Mandi Kembang, Minta Novel Baswedan Tidak Lupa Kasus Bengkulu

Safari
AGN Gelar Mandi Kembang, Minta Novel Baswedan Tidak Lupa Kasus Bengkulu
Aktivis Gugat Novel (AGN) kembali berunjuk rasa menuntut keadilan atas kasus tewasnya tersangka dugaan pencuri sarang burung walet di Bengkulu.

Jakarta, HanTer - Aktivis Gugat Novel (AGN) kembali berunjuk rasa menuntut keadilan atas kasus tewasnya tersangka dugaan pencuri sarang burung walet di Bengkulu. Dalam kasus sarang burung walet tersebut menyeret penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang kala itu masih menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu.

Dalam aksinya didepan Gedung Merah Putih KPK dan PN Jakarta Utara tersebut, massa AGN memprotes aksi manuver Novel Baswedan yang mempolitisi kasusnya sebagai kasus besar demi menutupi kasus lamanya dugaan penganiayaan dan hilangnya nyawa seseorang di Bengkulu. Para pendemo bertopeng Novel Baswedan melakukan teatrikal mandi kembang sebagai pesan agar dia tak lupa ingatan atas kasus sarang burung walet.

Dalam aksinya kali ini juga ada penampakan demonstran yang mengenakan topeng wajah Said Didu, Rocky Gerung dan Bambang Widjojanto dengan mengkalungkan tulisan "ADILI SAYA" dibarisan belakang pendemo bertopeng wajah Novel Baswedan.

"Apa kabar dengan kasus Bengkulu? Novel Baswedan lupa ingatan atau tak sadarkan diri atas kasus sarang burung walet. Novel cerdik, mempolitisi kasusnya supaya bisa besar sehingga dosanya pun tertutupi," terang Koordinator aksi Somad di depan Gedung PN Jakarta Utara, Senin (15/6/2020).

Somad melanjutkan bahwa Novel Baswedan boleh memprotes terhadap kasus yang menimpa dirinya sekarang, namun agar fair maka Novel Baswedan juga harus menyelesaikan kasus "sarang burung walet".

"Novel Baswedan jangan egois dan mau menang sendiri. Keluarga korban sarang burung walet menuntut keadilan, jangan menghindari Pengadilan dalam kasus pembunuhan di Bengkulu. Sangat fair jika dia juga gentle menghadapi kasus lamanya sarang burung walet," sebutnya.

Somad menyesalkan respon para pengagumnya yang terlalu mengistimewakan Novel Baswedan padahal memiliki rekam jejak hitam di Bengkulu.

"Mau tanya ni, apakah Novel Baswedan hingga detik ini sudah pernah dihukum, pernah diadili dan dijatuhi hukuman penjara ? Korban di Bengkulu gimana nasibnya," sesalnya.

Menurutnya, Novel terlalu lebay sebab kasusnya bukanlah kasus politik dan bukan kasus yang berhubungan dengan pekerjaannya di KPK. Sehingga, ia membenarkan pernyataan pengamat yang menyebut kasus tersebut adalah tindak pidana biasa seperti ribuan kasus lainnya. 

"Novel Baswedan menggiring kasus ringan dengan dibesar-besarkan untuk menutupi kasus lama yang pernah menjadi tersangka. Penyiram air keras sudah dituntut 1 tahun penjara sudah koar-koar aneh-aneh minta Presiden turun tangan dan menyalahkan Pak Jokowi. Sementara korban penembakan Novel masih menunggu keadilan tanpa menyalahkan Presiden Jokowi," ucapnya.

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.