Sikap Adaptif Jaksa Agung Menyambut New Normal Dinilai Langkah Baik dan Tetap Produktif

Danial
Sikap Adaptif Jaksa Agung Menyambut New Normal Dinilai Langkah Baik dan Tetap Produktif
Jaksa Agung ST Burhanuddin

Jakarta, HanTer - Memasuki masa new normal, Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Surat Edaran Jaksa Agung (SEJA) Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Panduan Keberlangsungan Kegiatan Pelayanan Publik Pada Kondisi New Normal Pandemi Covid-19 di Lingkungan Kejaksaan.

SEJA dimaksudkan sebagai acuan bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kejaksaan, terkait upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin. Sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 The New Normal.

“Ini untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pelayanan publik di lingkungan Kejaksaan di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” tutur Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2020).

Menurut Burhanuddin, pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan berakhir. Ini mengakibatkan beberapa tugas kedinasan tidak terlaksana secara optimal. Meskipun pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dan mengeluarkan kebijakan penyesuaian sistem kerja untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menerapkan Work From Home (WFH), belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 menurun di Indonesia.

Hal itu juga telah mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan The New Normal. Untuk memastikan kegiatan perkantoran yang berhubungan dengan pelayanan publik tetap berlangsung optimal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pada pokoknya, lanjut Burhanuddin, SEJA Nomor 15 Tahun 2020 mengatur agar seluruh pegawai di lingkungan Kejaksaan, yang bertugas pada daerah yang telah atau belum ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk berperan aktif mendukung serta mempersiapkan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja, dalam rangka mewujudkan kondisi New Normal.

”Masyarakat harus lebih bisa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menghadapi pendemi Covid-19. Masyarakat harus segera beradaptasi dengan norma kehidupan baru yang harus menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, mengenakan masker, kerja dan sekolah online serta komunikasi virtual.” ujar Burhaduddin

Sementara itu Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono menilai upaya Jaksa Agung dalam menerapkan protokol new normal di lingkungan Kejaksaan Agung sebagai langkah yang baik.

“Bagus, untuk mengurangi resiko berjarak, karena begitu keluar, ketemu orang lain ketemu banyak orang, itu resiko kita meningkat.” Kata Pandu, (8/6/2020).

Menurut Pandu, meskipun Covid 19 belum berakhir, untuk mengurangi resiko penularan virus setiap orang perlu menerapkan perilaku aman, sehat dan tetap produktif.

“Kita perilaku aman, sehat, dan produktif, kita mengenakan masker kalau keluar rumah, sering cuci tangan dan jaga jarak, sehat badannya, kemudian kita bisa mulai kembali bekerja,” terang Pandu

Pandu menyarankan, terkait adanya persidangan yang harus tetap digelar untuk mencari keadilan bagi masyarakat seperti halnya kasus Jiwasraya yang memiliki perhatian publik yang tinggi. Sehingga saat persidangan perdana digelar ruang sidang dipenuhi oleh pengunjung maka ia berpendapat tidak harus semuanya menghadiri sidang.

“Mungkin tidak perlu sidang terbuka, sidangnya setengah terbuka artinya yang mau datang harus daftar dulu, tidak bisa tanpa daftar datang begitu saja, dan kalau tidak menggunakan masker dalam sidang suruh keluar, tidak boleh masuk, penerapanya harus lebih diperketat,” pungkasnya.