Listrik Naik Hingga 100 Persen, Ferdinand: Ini Tidak Wajar

Alee
Listrik Naik Hingga 100 Persen, Ferdinand: Ini Tidak Wajar

Jakarta, HanTer - Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, mengatakan jika kenaikan pembayaran listrik merupakan pukulan untuk orang yang sedang lemah dan susah yang dirasakan langsung oleh rakyat di tengah pandemi.

Dia pun meminta PT PLN untuk menjelaskan secara jernih dan memberikan solusi jawaban nyata atas kenaikan pembayaran listrik yang tak wajar tersebut.

Politisi Partai Demokrat itu mempertanyakan keterangan perusahaan BUMN itu yang berkali-kali menyatakan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

"Ini ada kenaikan pembayaran melebihi kewajaran yang dirasakan oleh rakyat. seandainya kenaikan pembayaran listrik hanya berkisar 30% dari biasanya, rakyat akan mengerti bahwa mungkin hal tersebut diakibatkan adanya penggunaan listrik yang meningkat karena faktor stay at home. Tapi kalau kenaikan bahkan kabarnya ada yang melebihi 100%, ini tidak wajar," ujarnya Minggu (7/6/2020).

Dia juga menyarankan agar PLN dapat memperbaiki kinerjanya dengan memanfaatkan keberadaan teknologi digital. Pasalnya, Ferdinand menduga saat ini PLN menebak-nebak jumlah daya yang digunakan oleh konsumen.

"PLN menebak-nebak dengan memasukkan faktor kemungkinan peningkatan penggunaan daya. Ujung-ujungnya rekening listrik konsumen jadi membengkak," katanya.

"Masa zaman teknologi canggih ini masih gagap tak mampu menciptakan software pembaca Kwh yang akurat tanpa harus gunakan tenaga pencatat? Ini bukan zaman kuda gigit batu lagi, PLN harus lakukan inovasi dalam bekerja. Masa BUMN sebesar PLN bekerja seperti tak kenal teknologi," katanya.

#Listrik   #tarif   #esdm   #pln