Rakyat Tidak Butuh Pemimpin Hanya Modal Pencitraan

Safari
Rakyat Tidak Butuh Pemimpin Hanya Modal Pencitraan
Rizal Ramli

Jakarta, HanTer - Pengamat kebijakan publik dari Political and Public Policy Studies (P3S), DR Jerry Massie, MA, PhD mengatakan, saat ini memang ada pemimpin yang mempertontonkan sisi pencitraannya saja. Sehingga pemimpin tersebut tidak menunjukkan realita yang sebenarnya sedang dihadapi rakyat.

"Disaat krisis hindari kalau perlu matikan gaya imaging atau pencitraan. Rakyat tidak butuh pencitraan tapi tindakan," papar Jerry Massie kepada Harian Terbit, Minggu (7/6/2020).

Jerry menuturkan, seorang pemimpin harus berpikir lebih baik dan mencari solusi dan the way out (jalan keluar) ketimbang hanya pencitraan saja. Bahkan jika pemimpin meminta petunjuk dan masukan pada ahli-ahli kesehatan, ekonomi, sosial, politik, hukum dan sebagainya. Pemimpin yang hanya pencitraan bukanlah tipikal pemimpin yang kreatif and arif.

"Pemimpin yang bijak maka dia akan berusaha untuk menemukan jawaban bagaimana mengatasi pandemi corona," tandasnya.

"Leadership is not a position but an action" kepemimpinan bukan hanya posisi tapi sebuah tindakan. Serta How Smart Leader Translate Strategy into Execution bagaimana pemimpin yang cerdas menerjemahkan strategi ke depan eksekusi. "Bagi saya orang yang cerdas pun belum tentu arif dan bijak. Itu perlu dipoles. Sangat sulit mencari pemimpin seperti itu," tegasnya.

Hanya Pencitraan

Tokoh nasional yang juga ekomom senior, Rizal Ramli, mengkritisi cara pemerintahan Joko Widodo menangani krisis ekonomi yang disebabkan pandemi virus corona baru atau Covid-19. Menurut mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini, virus asal Wuhan, China ini akan membuat Indonesia mengalami krisis yang begitu serius dibanding sebelumnya. 

"Kejadian krisis yang serius adalah tahun ini, akan sangat signifikan. Walaupun seperti yang saya bilang, daya beli sudah rontok dari jauh hari," ujar RR dalam sebuah diskusi online, Jumat (5/6/2020).

Untuk bisa keluar dari krisis ini, kuncinya ada pada sosok pemimpin yang mengatur dan mengelola suatu negara. Karena menurutnya, strategi serta cara penangan krisis hanya instrumen yang keluar dari pemimpin yang hebat.

"Pemimpin yang hebat membuktikan dirinya pada waktu krisis. Dia bisa unggul dan meperbaiki banyak hal," ungkap pria yang juga mantan Menko Maritim itu.

RR mencontohkan, Presiden Amerika Serikat ke-32, Franklin D Roosevelt yang berhasil mengeluarkan AS dari krisis ekonomi serius. Ia terpilih berbarengan dengan depresi tahun 1930. "Ekonomi Amerika hancur, pengangguran banyak, tapi dia tidak menyerah dalam hidupnya," ucapnya.

Keberhasilan Franklin D Roosevelt bisa dilihat dari sejarah hidup pemimpin itu. Di mana, Franklin memiliki daya juang yang tinggi ketika ingin mengubah nasibnya yang terkena penyakit polio.

"Berdiri saja enggak bisa, diri sedikit jatuh. Tapi semangatnya untuk bisa berdiri dan jalan itu luar biasa. Dia latihan hampir 10 tahun lebih untuk bisa jalan beberapa langkah saja. Jadi ini nunjukin bahwa mentalnya memang mental jagoan. Sudah terlatih," ungkapnya.

Melalui pengalaman hidup Franklin tersebut, situasi krisis bisa dibalikkan bila seorang pemimpin memiliki mental pejuang. Sebab pada saat krisis ekonomi saat itu, Amerika hanya negara nomor 7 di dunia.

"Roosevelt balikkan, dia pompa ekonomi, dia lakukan perubahan struktur. Amerika tiba-tiba jadi negara paling kuat. Secara ekonomi nomor satu di dunia, dan kedua negara yang juga paling kuat secara militer. Makanya pernah menang di perang dunia kedua," ujarnya.

Sementara itu, RR melihat sosok pemimpin Indonesia saat ini tidak sebanding dengan Franklin D Roosevelt. Karena dari pengalaman tokoh AS itu, RR berkaca bahwa sejarah hidup pemimpin yang penuh perjuangan dan keuletan adalah modal untuk bisa menyelesaikan krisis.

"Saya mohon maaf, kelas pemimpin-pemimpin kita ya kelas modal pencitran doang, didukung oleh buzzer, oleh influencer. Tidak betul-betul sejarah hidupnya itu penuh perjuangan, penuh cobaan. Sehingga tidak aneh responsnya banyak mengecewakan dalam menghadapi krisis ini," ungkapnya.