Soal Utang Negara, Ramai-ramai Ladeni Tantangan Luhut

Harian Terbit/Alee
Soal Utang Negara, Ramai-ramai Ladeni Tantangan Luhut

Tantangan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk bertatap muka berbincang utang negara dengannya harus direspon positif oleh ekonom, tokoh ormas pemuda, mantan wartawan dan mahasiswa. Mereka menyatakan siap menantang Luhut.

Edy Mulyadi, mantan Wartawan

Saya menerima tantangan tersebut, dan tantang ini tidaklah terlalu serius. Bahkan, terlalu berlebihan jika tantangan itu harus diladeni seorang ekonom ulung. "Saya juga siap meladeni tantangan itu. Tidak perlu ekonom akal sehat macam Rizal Ramli, Ichsanodin Norsy, cukup saya saja yang jawab.

Namun saya meminta debat harus digelar di ruang publik dan disiarkan di televisi. Bukan hanya berdebat di kantor Luhut. Dengan begitu rakyat akan paham dan tercerahkan. Kalau di kantor dia bukan debat, jadi ngerumpi sambil minum kopi. Paling dikasih cemilam roti sumbu (singkong) goreng.

Rizal Ramli, Ekonom Senior

Ndak usah diladenin. Emang credible? Lihat saja angka-angka perkiraan makro pemerintak sejak dua tahun yang lalu, banyak sekali meleset kok? Itu bukan ditujukan kepada RR kok, Gitu aja ribet.

Wahyu Pratama, aktivis ISMEI

Kami selaku anak muda yang masih belajar ilmu ekonomi siap menerima tantangan Pak Menko. Kapan dan dimana kami siap.

Generasi saat ini punya tanggung jawab untuk mempertanyakan hal itu sebagai bentuk moral kami semua ke generasi mendatang. Utang juga bisa mempengaruhi tatanan bernegara kita. Sebagai negara yang berutang, kita berpotensi akan dikontrol oleh negara pemberi utang.

Arip Musthopa, PB HMI

Pernyataan Menko Kemaritiman bahwa pengkritik utang pemerintah RI melakukan upaya membodoh-bodohi rakyat tidaklah benar dan tendensius. Justru, pengkritik sesungguhnya melakukan proses mengedukasi publik dengan mengangkat hal-hal yang mungkin luput dari perhatian pemerintah dan menawarkan perspektif yang berbeda. 

Dialog tersebut hendaknya dilakukan secara terbuka agar ada proses edukasi publik, memperkaya khasanah publik, sekaligus publik dapat memberikan apresiasi terhadap pandangan pemerintah maupun pengkritik. 

Prof Dr Djamester, Guru Besar UI

Apa yang dikatakan Luhut soal utang bisa diperdebatkan. Minta waktu khusus untuk dipertemukan dengan Luhut untuk membahas terkait utang negara itu. Caranya gimana? Saya termasuk yang tidak setuju. Tolong ditentukan waktunya, saya persiapkan bahan.

Djamester Simarmata mengaku sudah dihubungi oleh pihak Kemenko Marves. “Sudah ada kontak. Jadi saya sudah dikontak,” ujarnya sesaat lalu, Minggu (7/6), dilansir pojoksatu.com.

Jurubicara Kemenko, Marves Jodi Mahardi, telah memastikan bahwa Menko Luhut siap menerima Djamester Simarmata untuk duduk bersama berdiskusi mengenai kondisi keuangan dan utang Indonesia.

“Pak Menko sangat welcome untuk diskusi soal ini. Nanti dari tim kami akan menghubungi beliau untuk pengaturan lebih lanjut. Ada nomor hp-nya?” ujar Jodi, Kamis (4/6).

Menantang

Luhut Pandjaitan sebelumnya menantang setiap pengkritik kebijakan utang negara yang dilakukan pemerintah untuk bertatap muka dengannya. Dengan bertatap muka, Luhut mengaku ingin berbincang terkait penambahan utang negara selama pandemil virus corona atau Covid-19.

“Jadi kalau ada yang mengkritik kami (pemerintah), sini saya juga pingin ketemu. Jadi jangan di media sosial saja. Nanti ketemu kami, ngomong. Enggak usah ngomong di TV-lah, ketemu saya sini,” kata Luhut melalui diskusi virtual di Jakarta, Selasa (2/6).

Luhut merasa yakin bisa menjawab setiap data yang disajikan para pengkritik, sekalipun dia berlatar belakang sebagai tentara.
“Saya bisalah jawab itu. Tapi, jangan rakyat dibohongin,” kata Luhut.