Pelibatan TNI-Polri di ERa Normal Baru, Nurul Arifin: Sangat Strategis untuk Hidup Selaras

Romi
Pelibatan TNI-Polri di ERa Normal Baru, Nurul Arifin: Sangat Strategis untuk Hidup Selaras
Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Nurul Arifin/ ist

Jakarta, HanTer - Artis Nurul Arifin yang juga anggota Komisi I DPR RI menilai langkah pemerintah melibatkan TNI dalam menjaga kedisiplinan protokol kesehatan pada  era normal baru sangat strategis. Hal itu sudah sesuai dengan UU no 34 tahun 2004 tentang TNI. 

“Ada 14 tugas pokok TNI selain perang. Beberapa diantaranya adalah membantu tugas kepolisian dan pemerintah daerah serta terlibat dalam menanggulangi bencana alam,” kata Nurul Arifin dalam webinar “Pelibatan TNI-Polri dalam Skema Transisi Menuju Normal Baru” yang digelar oleh Bandung School of Democracy (BSOD) bersama Ahmad Taufik Damanik, Ketua Komnas HAM dan Prof. Muradi, Guru Besar Ilmu Politik Unpad, Kamis (4/6/2020). 

Hal ini mengingat sejumlah daerah segera melonggarkan PSBB (Pengendalian Sosial Berskala Besar). Bahkan terdapat empat provinsi dan 25 kabupaten- kota di Indonesia yang pekan depan, segera memasuki masa new normal (normal baru).

Pengerahan TNI ini akan dilalukan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB dan jumlah aparat akan dikerahkan mencapai 340 ribu personil.  

“Realisasi dari pelibatan TNI tersebut juga telah dilakukan saat melaksanakan observasi pasien korona dan tugas pendukung lainnya,” tambah Nurul. 

Wakil Ketua DPP Partai Golkar ini juga memberi contoh beberapa tugas yang telah dilaksanakan TNI selama menangani pandemi Covid-19. 

Misalnya RS Wisma Atlet dikomandoi dan dipimpin oleh Pangdam Jaya. 

“Selain itu TNI juga dilibatkan dalam melaksanakan pengawalan dalam pendistribusian alat kesehatan ke seluruh Gugus Tugas Daerah/Provinsi dan melaksanakan pengamanan Perusahaan Produsen APD,” ungkap Nurul tentang peran TNI selama penanganan Covid-19. 

Komisi I DPR RI juga mengapresiasi Iangkah dan dukungan yang telah dilakukan oleh TNI, baik bidang medis maupun non medis. Pada era normal baru, maka TNI dan Polri akan terlibat untuk melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan di ruang-ruang publik di seluruh wilayah Indonesia. 

“TNI itu bukan momok masyarakat. Mereka berperan untuk menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat untuk dapat hidup selaras dalam kondisi new normal. Polri-TNI tidak akan bertindak melebihi kewenangan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan,” ungkap Nurul. 

Ketertiban menjadi isu penting,”Covid-19  membawa dampak pertama kesehatan, menyusul perekonomian, kemudian berlanjut keamanan dan terakhir ke politik. Kita harus memastikan bahwa masyarakat terlindungi dan terjamin kebutuhannya” ujar Nurul. 

Menurut Nurul pelibatan TNI adalah tindakan untuk meminimalisir pelanggaran dan memberikan advokasi tentang Protokol Kesehatan. 

“Namun saat ini yang harus dioptimalkan adalah edukasi dari petugas kesehatan agar masyarakat benar-benar memiliki kesadaran tentang penularan Covid 19 dan bagaimana upaya preventifnya,” pungkas Nurul.