SIKM Efektif Antisipasi Lonjakan Para Perantau, Tren Kurva COVID-19 di DKI Sudah Melandai

Harian Terbit/Sammy
SIKM Efektif Antisipasi Lonjakan Para Perantau, Tren Kurva COVID-19 di DKI Sudah Melandai

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melaksanakan pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) hingga 7 Juni 2020 mendatang. Hal tersebut, guna mengantisipasi lonjakan para perantau yang ingin mengadu nasib ke Jakarta saat arus balik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melaksanakan pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) hingga 7 Juni 2020 mendatang.

Terkait hal itu, Ketua Bidang Mobilitas dan Sebaran Penduduk Ikatan Praktisi Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Chotib Hasan, menilai, penerapan aturan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) wilayah DKI Jakarta cukup efektif dalam mencegah gelombang kedua penularan COVID-19.

"Implementasi SIKM tampaknya cukup efektif untuk pencegahan gelombang kedua di DKI," kata Chotib yang juga peneliti di Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Chotib menuturkan, saat ini tren kurva COVID-19 di DKI sudah melandai. Namun, semua protokol COVID-19 harus tetap konsisten dilakukan untuk mencegah naiknya kasus COVID-19. "Semoga tidak terganggu lagi oleh para pemudik yang balik ke DKI," tuturnya.

Menurut Chotib, efektivitas dari implementasi SIKM untuk menyeleksi yang keluar masuk Jakarta memang tidak bisa sampai 100 persen. Namun, jika efektivitasnya bisa 60 persen saja sudah tergolong bagus dalam mendukung upaya pencegahan gelombang baru penularan COVID-19 di Jakarta.

Dirinya mengatakan, pemeriksaan surat izin keluar-masuk harus selalu dilakukan dengan ketat di pintu-pintu keluar masuk Jakarta.

Chotib mengatakan pada tahun 2020 ini puncak arus mudik dan balik tidak nampak karena memang yang mudik tidak semasif dan sesemarak seperti masa normal. Menurutnya, saat ini masih belum terlihat puncak arus balik. Di masa normal biasanya pada H+4 hingga H+7 Idul Fitri.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menegaskan, jika tidak memiliki SIKM wilayah Jakarta maka warga tidak diperbolehkan lewat dan akan disuruh kembali ke tempat semula.

Warga yang ingin mengetahui cara mendapatkan SIKM itu dapat mengakses alamat website https://corona.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta.

Salah satu syarat untuk mendapatkan SIKM itu adalah memiliki surat keterangan sehat setelah mengikuti tes cepat (rapid test) dan tes swab dengan uji PCR.

Terus Dilakukan

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, setelah itu, pemeriksaan SIKM akan tetap dilakukan dengan lokasi pemeriksaan yang ditarik mundur, yaitu di perbatasan wilayah administrasi Jakarta dengan kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek). Sehingga, pemeriksaan SIKM ini akan terus dilakukan sampai dengan penetapan COVID-19 sebagai bencana nasional non-alam dinyatakan selesai.

"Setelah 7 Juni, pengecekan kami tarik mundur, yaitu dilakukan di perbatasan wilayah administrasi Jakarta dengan Bodetabek. Sehingga SIKM masih wajib dimiliki. Ketentuan kepemilikan SIKM merujuk pada pasal 7 Pergub Nomor 47 Tahun 2020," kata Syafrin di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Ia menyebut, pemberian izin SIKM hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang bekerja di sektor usaha yang dikecualikan untuk tetap beroperasional.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #sikm   #anies   #mudik