Ratusan Aktivis Prodem Ajukan JR UU COVID-19

Alee
Ratusan Aktivis Prodem Ajukan JR UU COVID-19
Mahkamah Konstitusi

Jakarta, HanTer—Ratusan tokoh nasional dan aktivis pro demokrasi dari berbagai latar belakang menyatakan kesiapan untuk mengajukan permohonan pengujian (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK) Terkait UU COVID 19 yang telah disahkan DPR pada tanggal12 Mei 2020.

Aktivis Prodem yang mengajukan, antara lain, Iwan Sumule, Effendi Saman, Standarkiaa Latief, Ilham Yunda, Nicho Silalahi, Winda Cobra, Guntur Siregar, Febby Lintang, Imran Zein Rolas, Atik Sifa, Eddy Junaidi, Haina Sofa, Savitri Wiguna, Moh.Jumhur Hidayat, Muslim Arbi, Zakaria Zainudin, dan lainnya.

Sidang Lanjutan  

Sementara itu, sidang lanjutan uji materi Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 terkait penyesuaian keuangan negara akibat wabah COVID-19 akan digelar pada Rabu, 20 Mei 2020, dengan agenda mendengar keterangan dari Presiden dan DPR.

Dikutip dari laman resmi Mahkamah Konstitusi, Senin, sebanyak dua perkara akan lanjut disidangkan, yakni permohonan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Yayasan Mega Bintang Solo Indonesia 1997, KEMAKI, LP3HI dan PEKA dengan nomor perkara 24/PUU-XVIII/2020.

Kemudian perkara yang diajukan Din Syamsuddin, Amien Rais dan Sri Edi Swasono dengan nomor 23/PUU-XVIII/2020.

Sementara permohonan dengan nomor 25/PUU-XVIII/2020 yang diajukan perseorangan bernama Damai Hari Lubis telah dicabut karena perppu tersebut telah disahkan menjadi undang-undang oleh DPR pada 12 Mei 2020.

Pada sidang sebelumnya dengan agenda perbaikan permohonan, baik pihak Din Syamsuddin dkk mau pun MAKI dkk meminta Mahkamah Konstitusi mempercepat pemeriksaan perkara selama undang-undang perppu itu belum resmi diundangkan dalam lembaran negara.

"Dalam 30 hari pun (setelah disahkan) belum tentu tayang di lembaran negara. Jadi dalam hal ini kami tetap pengen terus dan mohon dipercepat juga, Yang Mulia," kata Koordinator MAKI Boyamin dalam sidang sebelumnya.