Jamsyar Catatkan Kinerja Positif di Tengah Pandemi Covid-19

Arbi
Jamsyar Catatkan Kinerja Positif di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, HanTer - Ditengah pandemi Covid-19, PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) masih mengalami pertumbuhan positif, baik dari sisi asset, laba maupun produksi. Hingga 30 April 2020, bahkan, perolehan laba Jamsyar masih tumbuh signifikan, bahkan meningkat dibanding periode yang sama tahun 2019.

“Hal ini memberikan kami rasa optimistis bahwa kami dapat bertahan dan melewati masa-masa sulit ini dengan baik,” kata Direktur Utama Jamsyar Gatot Suprabowo dalam konferensi video di Jakarta, kemarin. Turut mendampingi, Achmad Sonhaji, Direktur Operasional dan Endang Sri Winarni, Direktur Keuangan, SDM dan Umum Jamsyar.

Dari hasil laporan keuangan perusahaan, hingga April 2020, Jamsyar mampu membukukan laba hingga Rp18,71 miliar atau sebesar 35,27% dari keseluruhan target laba tahun 2020. Apabila dibandingkan dengan pencapaian laba di posisi yang sama tahun lalu, maka laba Jamsyar tumbuh sebesar 17,23%.

Sementara dari sisi produksi, volume penjaminan Jamsyar masih sesuai target. Dimana, per April 2020 sebesar 30%, sementara realisasi penjaminan Rp10,4 triliun atau 29,69% dari target. Produk utama pada periode tersebut adalah Surety Bond, Kontra Bank Garansi dan Penjaminan FLPP.

“Sesuai dengan POJK mengenai tingkat kesehatan keuangan perusahaan penjaminan, pada periode tersebut nilai tingkat Kesehatan adalah sebesar 1,2 yang berarti Jamsyar berada pada kondisi Sangat Sehat,” ucap Gatot.

Terkait asset, hingga April 2020 Jamsyar mengalami pertumbuhan sebesar 14,09% dibanding posisi akhir tahun 2019. Pertumbuhan tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan bisnis, di samping adanya penambahan modal disetor oleh Jamkrindo sebesar Rp75 miliar di awal tahun 2020.

Di sisi kemampuan pembayaran kewajiban, likuiditas Jamsyar masih cukup baik, yaitu sebesar 550%, di mana sesuai ketentuan POJK nilai likuiditas dinyatakan dalam kondisi sangat bagus apabila berada di rentang 130% hingga 800%.

Siapkan Skenario

Lebih lanjut dikatakan Gatot, Jamsyar juga telah membuat kajian dampak covid-19 terhadap kinerja Jamsyar di tahun 2020 dengan tiga skenario, yaitu  Dalam skenario moderat, Jamsyar mengasumsikan pandemi berakhir pada Bulan September 2020, dan perusahaan berjalan normal kembali pada bulan Oktober 2020.

Sesuai dengan asumsi tersebut, maka IJK Cash Basis ditargetkan mencapai Rp 318 miliar dari target semula sebesar Rp 400 miliar (79,50%). Beban klaim diproyeksikan meningkat menjadi sebesar Rp 114 miliar dari anggaran semula sebesar Rp 93,5 miliar (121,93%). Atas klaim tersebut, diharapkan Jamsyar mendapatkan recovery sebesar Rp 34,9 miliar. Pendapatan investasi juga diproyeksikan menjadi sebesar Rp 55,5 miliar dari target semula Rp 58,5 miliar (94,87%).

Untuk mengimbangi berkurangnya pendapatan dan peningkatan beban klaim, maka Jamsyar melakukan efisiensi biaya, berupa beban operasional dan beban umum & administrasi. Dengan upaya tersebut, diharapkan laba tahun berjalan mencapai Rp 40 miliar dari target semula sebesar Rp 53 milliar (75,47%).

“Meskipun menurun dari target, namun laba tersebut tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebesar Rp 36,5 miliar atau tumbuh sebesar 9,59%,” jelas Gatot.

Dari stress test terhadap tiga skenario tersebut, walaupun dihadapkan pada tantangan yang bersifat global, Jamsyar diproyeksikan mampu untuk tetap exist dan survive di masa pandemi ini, dengan terus memberikan pelayanan yang prima serta langkah-langkah inovatif untuk mewujudkan hal tersebut.

“Ini didukung oleh peningkatan daya saing berupa perkuatan Teknologi Informasi yang handal dan terintegrasi berupa pelaksanaan digital-guarantee yang sangat membantu proses penjaminan dimasa pandemi ini, dimana baik karyawan Jamsyar maupun karyawan mitra mayoritas melaksanakan Work From Home (WFH).