Pasien COVID-19 di Surabaya Capai 1.035 Orang

Ant
Pasien COVID-19 di Surabaya Capai 1.035 Orang

Surabaya, HanTer - Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur mencatat jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Surabaya mencapai 1.035 orang.

"Surabaya lebih dari 1.000 orang atau bertambah 90 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang jumlahnya 945 orang," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Sabtu malam.

Angka tersebut hampir separuh dari jumlah total pasien positif COVID-19 secara keseluruhan di Jatim yang mencapai 2.088 orang.

Berdasarkan data hingga Sabtu pukul 17.00 WIB, tercatat penambahan 167 kasus baru di wilayah setempat.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut kembali mengingatkan kepada masyarakat, khususnya di Kota Pahlawan, untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan cara tidak keluar rumah kecuali kepentingan mendesak.

Selain itu, kata dia, pola hidup bersih dan sehat juga tidak boleh diabaikan, seperti cuci tangan dengan air mengalir, menggunakan masker, hindari kerumunan hingga penerapan social and physical distancing (jaga jarak sosial dan fisik).

Setelah Kota Surabaya, tambahan kasus baru berasal dari Sidoarjo sebanyak 45 orang, Kabupaten Pasuruan 10 orang dan masing-masing lima orang dari Kabupaten Probolinggo serta Magetan.

Kemudian, masing-masing dua orang dari Kota Probolinggo, Kabupaten Malang dan Gresik, lalu masing-masing satu orang dari Lumajang, Kota Malang, Jember, Kota Pasuruan, Bojonegoro serta Kota Kediri.

Terkait pasien sembuh di Jatim saat ini mencapai 312 orang (14,94 persen) atau bertambah 10 orang, yakni masing-masing empat orang dari Surabaya dan Kabupaten Pasuruan, serta masing-masing satu orang dari Kota Malang dan Sumenep.

Untuk kasus meninggal dunia karena COVID-19 di Jatim hingga saat ini tercatat 196 orang (9,39 persen) atau bertambah 11 orang, yakni tujuh orang di Surabaya dan empat orang di Sidoarjo.

Berikutnya, warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 4.823 orang atau bertambah dari data sehari sebelumnya 4.625 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 22.613 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya 22.497 orang.