Ustadz Anugrah Minta Masjid Dibuka Kembali

Safari
Ustadz Anugrah Minta Masjid Dibuka Kembali

Jakarta, HanTer - Pimpinan Majlis Ta'lim Was Sholawat An Nur, Jawa Barat, Ustadz Anugrah Sam Sopian sangat setuju masjid dibuka kembali untuk aktivitas ibadah. Namun tetap mentaati dan mengikuti protocol kesehatan. Perlunya masjid dibuka kembali terkait adanya pelonggaran PSBB terhadap moda transportasi.

"Masjid buka kembali juga tergantung situasi dan kondisi daerah yang bersangkutan. Jika daerah yang beraa di zona hijau maka harus dibuka kembali dengan syarat dan ketentuan khusus. Kecuali untuk zona merah maka masjid tetap harus ditutup," ujar Ustadz Anugrah Sam Sopian kepada Harian Terbit, Jumat (15/5/2020).

Ustadz Anugrah menegaskan, sebaik-baiknya tempat dimuka bumi ialah Masjid, Baitullah (Rumah Allah) dan Baitu kulli mu'minin (Rumah setiap orang yang beriman). Seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah. "Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” 

"Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita (umat Islam) untuk menjaga dan memakmurman masjid. Diantaranya ialah dengan senantiasa menjaga keistiqamahan keberlangsungan kegiatan di masjid utamanya solat fardu berjamaah.  Akan tetapi disituasi yang genting seperti dewasa ini maka ada mekanisme khusus dalam melaksanakan kegiatan di masjid sesuai dengan kaidah fiqih dan pertimbangan kondisi sekarang ini," jelasnya.

Shalat Berjamaah

Ustadz Anugrah memaparkan, untuk daerah yang berada di zona hijau tetap wajib menggelar shalat fardu berjamaah dan shalat Jumat dengan protap Covid-19 untuk kewaspadaan. Sedangkan di zona merah jangan menggelar sholat berjamaah dan sholat Jum'at di masjid atau musholla kecuali darurat atau genting seperti jika warga memaksa dan timbul keributan jika dilarang.

Pelaksanaan sholat fardu berjamaah di masjid atau musholla zona merah terpaksa digelar dengan syarat super ketat dan berat sesuai syariat dan medis. Sehingga jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka tetap jangan menggelar sholat berjamaah dan shalat Jumat untuk umum di masjid atau musholla atau majelis, tapi cukup shalat di rumah masing-masing.

Kurniawan, warga Jakarta juga sangat setuju untuk zona hijau maka masjid atau musholla dibuka kembali untuk aktivitas ibadah. Apalagi saat ini moment bulan puasa sehingga ibadah umat Islam akan terasa khidmatnya ketika melaksanakan ibadah di masjid atau musholla. Selama ini tempat yang paling banyak menyebarkan Covid-19 juga bukan dari masjid atau musholla. 

"Coba aja baca berita, kebanyakan tempat yang menyebarkan Covid-19 adalah tempat - tempat keramaian bukan masjid atau musholla. Karena setiap orang yang masuk masjid atau musholla harus bersih terlebih dahulu, seperti harus berwudhu," paparnya.

Oleh karena itu, sambung Kurniawan, sudah seharusnya masjid atau musholla dibuka kembali untuk aktivitas ibadah. Namun karena saat ini dalam kondisi Covid-19 maka saat masuk masjid atau musholla harus mengikuti protap Covid-19 yakni jaga jarak, mengenakan masker dan membasuh tangan dengan hand sanitizer.

"Insya Allah kalau semua itu diterapkan para jamaah masjid atau musholla akan aman dari penyebaran Covid-19," tandasnya.

Andi Rante, aktivis mahasiswa Islam juga mengatakan, jika ada himbauan dari Pemerintah atau MUI perihal masjid boleh dibuka kembali sebagai tempat melaksanakan ibadah berjamaah maka boleh saja dilakukan, 
tapi dengan pengecualian dan tetap mematuhi protokoler penanganan Covid-19. Masjid boleh dibuka kembali khusus di zona hijau dan hanya untuk warga yang berada dilingkungan zona hijau itu.

"Jadi, tidak diperkenankan warga dari luar atau musaffir untuk singgah beribadah. Physical distancing, dan aturan pencegahan covid-19 lainnya tetap dan harus diberlakukan," ujarnya.

Untuk kawasan zona merah, sambung Andi, seyogianya, masjid atau musholla tetap ditutup untuk sementara waktu sampai masa pandemi Covid-19 ini dinyatakan berakhir secara total oleh Pemerintah. Sehingga tidak ada lagi korban dari Covid-19.

#Corona   #covid-19   #psbb   #sholat   #masjid