Refly: Waspadai Pemerintahan Jokowi Lawan Politik Dibungkam, Demokrasi Sudah Mati

Safari
Refly: Waspadai Pemerintahan Jokowi Lawan Politik Dibungkam, Demokrasi Sudah Mati

Jakarta, HanTer - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengemukakan, Pemerintahan era Jokowi patut diwaspadai karena cenderung membungkam lawan politiknya. Pernyataan Refly ini mendapat apresiasi para pengamat dan aktivis.  

Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan, saat ini kebebasan berpendapat memang mulai pudar dan sebentar lagi padam.Freedom of speech atau kebebasan berpendapat dibenarkan tapi jika ada pemakzulan maka tandanya demokrasi sudah mati. Democracy is died. Padahal demokrasi dijamin undang-undang.

"Saya coba definisikan Critic = C = Concern (peduli), R Respecful (rasa hormat), I = Input (masukan), T = Timing (Waktu yang tepat), I =  Inspiring (Inspirasi), C = Constructive (Membangun). Jadi kritik adalah sebuah  bentuk kepedulian dan rasa hormat hingga memberikan inspirasi yang membangun  tepat waktu," paparnya.

Adanya pernyataan Rerly Harun terkait pemerintahan Jokowi patut diwaspadai karena bungkam lawan politiknya, ujar Jerry, menunjukan kelompok intelektual mulai dipasung. Padahal jika masukan yang membangun maka tidak masalah. Kecuali sudah melakukan pencemaran nama baik Presiden maka itu harus diproses. Jika hanya sentilan dan kritikan itu biasa terjadi dibelahan dunia manapun.

"Saat ini bukan saja mengkritisi Jokowi, menterinya pun ketika dikritik langsung memproses hukum. No Justice for all," tandasnya. 

Abuse of Power

Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mengatakan, Refly Harun pada Pilpres 2014 adalah pendukung Jokowi dan dapat konsesi sebagai Komisaris BUMN, tapi ketika melihat Jokowi banyak melakukan abuse of power, nalurinya sebgai pakar hukum tata negara memberontak sehingga Refly mengritik pemerintah Jokowi. 

"Pemerintahan Jokowi mengarah ke diktatorisme ditandai dengan penangkapan dan tindakan represifnya yang ditujukan kepada para aktivis anti korupsi, aktivis pro demokrasi, para aktivis anti PKI, aktivis nasionalis pro pribumi. Bahkan emak-emak hingga pembantu rumah tangga yang mengkritik ekonomi yang makin memburuk," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, para pengamat asing sangat khawatir akan kecenderungan perubahan pemerintahan Jokowi meninggalkan prinsip-prinsip demokrasi. Artikel terbaru yang ditulis oleh Tom Power seorang kandidat PhD dari Australian National University (ANU) mengungkap secara rinci, yakni Jokowi bertindak dengan cara yang tidak liberal atau anti-demokrasi," paparnya.