Aktivis Gelar Aksi Damai di PN Jakut, Bentangkan Poster Tegakkan Keadilan, Jangan Diskriminatif

Safari
Aktivis Gelar Aksi Damai di PN Jakut, Bentangkan Poster Tegakkan Keadilan, Jangan Diskriminatif

Jakarta, HanTer  - Kelompok massa Aktivis Gugat Novel (AGN) dan Forum Keadilan Rakyat (FKR) bersama-sama elemen aktivis, mahasiswa, pemuda, komunitas, organisasi, sobat ojol dan individu pro penegakan hukum menggelar kembali aksi super damai di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2020).

 

Dalam aksinya kali ini, mereka menggaungkan tagar #NovelBaswedanPengecut. Tagar tersebut sebagai bentuk sindiran karena sikap penyidik KPK Novel Baswedan yang terkesan menghindari masalah atau kasus lamanya di Bengkulu terkait kasus sarang burung walet.

 

"Sangat njomplang sekali, perbandingan antara dua terdakwa Ronny Bugis dan Rakhmat Kadir dengan Novel Baswedan. Dari kacamata aktivis, Novel Baswedan tak ubahnya seorang pengecut lari dari tanggung jawab," tegas Koordinator aksi Somad.

 

Menurut dia, Novel Baswedan nampak sangat galak dan bernafsu sekali ingin kasus penyiramannya dituntaskan namun justru menghindari kasus lamanya di Bengkulu yaitu kasus sarang burung walet. Sebaliknya, kata Somad, Ronny dan Rakhmat justru mempertontonkan jiwa kesatria nya berani mempertanggung jawabkan atas perbuatannya.

 

"Jangan cuma garang untuk kasuskan orang tapi untuk kasus sendiri malah Novel tidak kooperatif dan menghindarinya. Jadi sangat layak sekali jika kita gaungkan tagar #NovelBaswedanPengecut," sebut Somad.

 

Dia mengingatkan bahwa orang pengecut dan punya ketakutan yang berlebih, biasanya ada kesalahan besar. Dan inilah fakta dibalik sikap garangnya Novel Baswedan agar kasusnya bisa selesai, tapi ayam sayur menghadapi kasus lamanya kasus sarang burung walet.

 

"Novel Baswedan jangan jadi ayam sayur, hadapi kasus hukummu. Kita akan terus berjuang menegakkan keadilan walaupun langit akan runtuh. Dan catat istilah penting ini untuk Novel Baswedan 'Sepandai-pandainya Tupai melompat, dia akan jatuh juga'," pungkasnya.

 

Disela-sela aksinya, massa membagi-bagikan masker bertuliskan "Adili Novel Baswedan" ke masyarakat dan pengunjung sidang.  Mereka juga membentangkan spanduk dan poster di antaranya bertuliskan : Tegakkan Keadilan, Jangan Diskriminatif. Novel Baswedan Harus Bertanggung Jawab atas Kasus Sarang Burung Walet. Tagar #NovelBaswedanPengecut.  Adili Novel Baswedan ! Tegakkan Keadilan Walaupun Langit akan Runtuh.

 

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan.

 

"Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel.