Pengamat: Bansos Sembako Rawan Penyimpangan

Sammy
Pengamat: Bansos Sembako Rawan Penyimpangan

Jakarta, HanTer - Perumda Pasar Jaya dinilai tidak mampu menyiapkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako senilai Rp149.500. Seharusnya, Jakarta sebagai ibu kota negara dengan anggaran besar dan infrastruktur yang baik bisa meminimalisir kendala dalam menyiapkan bansos itu.

"Soal sembako ini, Pasar Jaya keteteran dalam menyiapkannya. Sehingga kualitas barang yang dibagikan itu juga tidak memenuhi standar, seadanya. Seperti pak gubernur katakan, akan ada daging dan ayam, ternyata hanya sarden. Jadi, ini harus dievaluasi sesegera mungkin," ujar Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah di Jakarta, Selasa (5/4/2020).

Menurutnya, pemberian bansos dalam bentuk sembako ini rawan penyimpangan. Dia mencontohkan, selain data penerima bansos yang berantakan, penyaluran sembako itu pun sering diselewengkan oleh oknum RT/RW dan diutamakan untuk keluarga dekatnya.

"Kalau penerima bantuannya ditambah sampai 2 juta KK, Pasar Jaya tidak akan mampu memenuhinya. Ada keterbatasan infrastruktur, logistik dan sumber daya. Usul saya, bansos itu diberikan secara tunai saja. By name by adress. Kalau pendatang yang tidak memiliki KTP Jakarta, diberikan dengan pola khusus," tegasnya.

Kelemahan

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono mengakui, ada beberapa kelemahan dalam penyaluran sembako itu sehingga menyebabkan bantuan sosial tersebut tidak dapat dilaksanakan tepat waktu. Dia mencontohkan, bantuan sosial tahap I yang direncanakan selesai pada tanggal 18 April 2020 terpaksa dimundurkan sampai dengan tanggal 24 April 2020.

"Ada beberapa kendala dalam penyaluran bantuan sosial tersebut. Pertama, Penyedia bahan kebutuhan yakni Perumda Pasar Jaya dan mitra terkait (Transmart, Lottemart, dan hypermat) kesulitan untuk menyediakan paket kebutuhan karena adanya kendala supply barang dan hambatan teknis lainnya," katanya.

Selain itu, ucapnya, ada kendala dalam pengiriman paket ke penerima bansos, misalnya karena pengiriman paket terlambat datang sehingga pihak RW minta agar paket tersebut dikirim keesokan harinya. Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mengevaluasi kembali pelaksanaan bantuan sosial warga terdampak COVID-19.

"Dan mempertimbangkan untuk memberikan bantuan langsung kepada keluarga terdampak dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (Cash Transfer). Pemberian Bantuan Tunai dilakukan selama 1 bulan dengan total Bantuan Tunai yang diberikan sebesar Rp598.000,- (Rp149.500,- X 4)," jelasnya.

#Corona   #covid-19   #bansos   #blt   #sembako