KPK Diminta Aktif Awasi Penggunaan Dana COVID-19

Danial
KPK Diminta Aktif Awasi Penggunaan Dana COVID-19

Jakarta, HanTer - Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berperan aktif dalam pengawasan anggaran penanganan COVID-19, yang nilainya sangat besar yaitu  Rp405,1 triliun.

"KPK harus berperan aktif melakukan pengawasan. Seperti kita ketahui, jumlah anggaran penangangan Covid-19, oleh pemerintah sangat besar yakni mencapai Rp 405 Triliun," ujar  Herman dalam keterangannya sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan KPK di Gedung DPR, Jakarta Rabu (29/4/2020).

Untuk itu, Herman menilai agar KPK tidak hanya fokus pada penindakan setelah terjadi kesalahan penggunaan anggaran penanganan COVID-19, namun harus fokus juga pada pengawasan.

Selanjutnya, Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan koordinasi antara KPK dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus diperkuat, agar alokasi dan penggunaan anggaran penanganan COVID-19, bisa dimonitor sejak awal.

"KPK juga harus memetakan dan mengantisipasi titik-titik yang rawan terjadi penyelewengan, korupsi, kolusi, nepotisme, hingga konflik kepentingan terkait penggunaan anggaran penanganan COVID-19," tuturnya.

Herman juga berharap KPK memperkuat sinergi dan koordinasi dengan lembaga negara lainnya terkait pemberantasan korupsi, tidak hanya dengan Kepolisian dan Kejaksaan tetapi juga LKPP, BPK, dan BPKP. Dia menilai pemberantasan korupsi tentu tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kerjasama yang sinergis antara sesama lembaga penegak hukum

Kendati demikian, Herman meyakini lembaga penegak hukum di Indonesia termasuk KPK, memiliki infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM), yang mumpuni untuk melakukan pencegahan dan penindakan, terhadap penyelewengan anggaran COVID-19 yang mencapai ratusan triliun tersebut.

"Tentu akan lebih baik, bila terbangun kerjasama yang kuat dan efektif di antara mereka," ujarnya.

Selain itu, ia menilai KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, lembaga itu berkomitmen untuk fokus pada upaya pencegahan, sehingga langkah-langkah antisipatif dalam mengawasi penggunaan anggaran COVID-19, merupakan momentum untuk membuktikan komitmen tersebut sekaligus menjawab keraguan publik.

"Komisi III DPR mendukung setiap upaya yang dilakukan KPK dalam mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia," pungkasnya.

#Corona   #covid-19   #kpk