MAKI: Kenapa Harun Masiku Belum Ditangkap

Safari
MAKI: Kenapa Harun Masiku Belum Ditangkap

Jakarta, HanTer - Sudah tiga bulan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masiku belum juga ditangkap. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mempertanyakannya dan mencurigai apakah Harun masih ada?

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Harun Masiku sebagai buronan, Senin (20/1/2020) lalu. Sejak itu tersangka dugaan penyuap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan telah dicari namun keberadaannya masih misterius.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman meyakini mantan caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih hidup? Apalagi hingga kini tidak ada informasi yang datang kepadanya terkait keberadaan Harun Masiku. Hal inj berbeda dengan informasi buronan KPK lainnya, yakni mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Boyamin memgaku selalu mendapat informasi soal Nurhadi dari informannya.

"Dasarku adalah (informan) Nurhadi hampir tiap minggu datang menemui aku dengan informasi-informasi baru. Tapi HM (Harun Masiku) tidak ada kabar apa pun. Kalau HM bersembunyi, pasti ada orang yang akan membocorkan ke aku," ujar Boyamin di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Boyamin mengungkapkan, untuk mengetahui keberadaan Harun Masiku, pihaknya juga telah mencoba cari-cari informasi ke jaringan bawah tanah yang selama ini dibinanya, namun hasilnya tidak ada info soal Harun Masiku. 

Boyamin mengatakan, jika KPK tak kunjung menemukan Harun Masiku maka pihaknya akan segera melapor ke kepolisian. "Jika 2 tahun tetap tidak muncul, maka harus dinyatakan meninggal. Serta saat itu KPK harus menerbitkan SP3 karena HM secara hukum telah meninggal. Status meninggal setelah 2 tahun untuk kebaikan istri dan anaknya. Misal istri memungkinkan menikah lagi dan anak-anaknya bisa mewarisi harta HM. KPK yang hebat saja tidak mampu, berarti kesimpulannya adalah meninggal," jelasnya.

Diduga Dibunuh

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar mengatakan, ada kemungkinan eks politikus PDIP Harun Masiku, sudah dibunuh. Menurut dia, ada pilihan mengeksekusi tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antar-waktu anggota DPR periode 2019-2024 tu, yang dilakukan oleh oknum. Contohnya kasus pembunuhan kepada mantan Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay.

“Secara politis dalam political crime, dia bisa dieksekusi. Ada opsi itu, seperti Theys Eluay,” kata Haris dalam diskusi bertajuk ‘Memburu Buron KPK’ beberapa waktu lalu.

#KPK   #suap   #pdip   #kpu   #caleg   #dpr   #harunmasiku   #polisi